Kamis, 23 April 2026

Berita Politik

Abaikan Pemilihan Cawagub, Politisi PNA Minta Partai Pengusung Bantu Gubernur Nova Iriansyah

"Terulur-ulurnya waktu ditingkat partai pengusung dalam pembahasan penentuan cawagub hanya menghabiskan energy,” kata Muhammad MTA .

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
Muhammad MTA 

Laporan Masrizal | Banda Aceh 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Politisi Partai Nanggroe Aceh atau PNA, Muhammad MTA mengatakan, sebaiknya partai pengusung bersatu untuk fokus menyukseskan sisa periode Pemerintahan Aceh Hebat ini dengan meninggalkan polemik pemilihan cawagub Aceh yang sudah masuk waktu penghujung.

"Terulur-ulurnya waktu ditingkat partai pengusung dalam pembahasan penentuan cawagub hanya menghabiskan energy,” kata Muhammad MTA .

“Lebih baik energi ini disatukan untuk sama-sama berfikir dan bertindak dalam menyukseskan pemerintahan sisa periode ini," lanjutnya kepada Serambinews.com, Kamis (29/4/2021).

Pernyataan ini disampaikan Muhammad MTA menanggapi ketidakpastian pembahasan calon wakil gubernur atau cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 yang sudah berjalan enam bulan namun belum ada hasil.

Muhammad MTA merupakan salah satu figur yang meramaikan bursa cawagub dari PNA. Namun namanya gugur setelah PNA memilih Sayuti Abubakar sebagai cawagub usulan PNA.

Baca juga: Akan Ditutup Besok, Ini Jumlah Peserta Sekolah Kedinasan dan 10 Sekolah dengan Pendaftar Terbanyak

Baca juga: Dukcapil Serahkan 53 Akta Kematian Awak KRI Nanggala 402

Baca juga: Aceh Jaya Terima Opini WTP Ke-8, Begini Penjelasan BPK RI Perwakilan Aceh

Terkait proses pembahasan cawagub, Muhammad MTA menyarankan partai pengusung untuk menggelar rapat, bukan lagi pada penentuan cawagub, tetapi bersatu dalam menyelesaikan agenda-agenda visi-misi yang masih tertinggal. 

"Dengan sisa waktu yang begitu terulur sangat lama dalam penentuan cawagub di tingkat partai pengusung, saat ini tidak strategis lagi kita bahas dan galang politik untuk adanya wagub," jelas mantan aktivis ini.

"Apalagi tahapan menghabiskan waktu lebih kurang 6-7 bulan, terutama tahapan-tahapan yang harus dilalui di tingkat DPRA. Jadi sudah sangat tidak strategis lagi. Kecuali Januari atau Februari fix di tingkat pengusung tempo hari," tambahnya.

Karena itu, Muhammad MTA meminta semua pihak lebih baik memikirkan kekompakan pemerintahan eksekutif dan legislatif dimana lokomotif sebenarnya ada di partai pengusung. 

"Saat ini mari kita fokus untuk konsolidasi politik untuk mengawal dan memikirkan program-program prorakyat secara bersama-sama," ujarnya.

Baca juga: Kasus Rapid Test Antigen Bekas di Bandara Kualanamu, 5 Orang Jadi Tersangka, Keuntungan Rp1,8 Miliar

Baca juga: Badan Usaha di Aceh Singkil Dinilai Patuh Bayar Iuran BPJS

Baca juga: Yuk, Siapkan Sajian untuk Lebaran, Ini Resep Kue Kering Nastar Keju yang Lembut dan Anti Retak

Terutama, lanjut dia, disaat kondisi masyarakat saat ini yang terhimpit masalah ekonomi, terlebih di tengah pandemi Covid-19 yang saat ini mengalami trend grafik menanjak. 

"Semua partai pengusung harus memposisikan diri sebagai ‘wakil gubernur’ untuk membantu Gubernur dalam menyukseskan program Aceh Hebat sampai habis periode ini," tutup Muhammad MTA.

Sebelumnya diberitakan, sudah enam bulan pembahasan cawagub Aceh sisa masa jabatan 2017-2022 belum ada hasil. 

Bahkan kini tidak terdengar lagi adanya pembahasan figur yang akan diusulkan sebagai cawagub dari tingkat partai pengusung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved