Breaking News:

Sakit Hati Diejek dan Difitnah Punya Utang, Pemuda Ini Tega Tusuk Leher Tetangga hingga Tewas

AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkap, pelaku HP mengaku nekat menghabisi nyawa korban FNR lantaran sakit hati karena sering diejek dan difitnah.

Editor: Amirullah
AP
Garis polisi dipasang di lokasi penembakan Illinois, AS. 

SERAMBINEWS.COM - Kasus pembunuhan terjadi di Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada Selasa (27/4/2021) malam.

Diketahui pelakunya merupakan pemuda berinisial FNR (24).

Sedangkan korbannya adalah tetangga dari pelaku sendiri, yakni HP yang berumur 25 tahun.

FNR tega menusuk leher HP hingga tewas.

Kapolres Klaten, AKBP Edy Suranta Sitepu mengungkap, pelaku HP mengaku nekat menghabisi nyawa korban FNR lantaran sakit hati karena sering diejek dan difitnah.

Baca juga: MotoGP Spanyol 2021 – Kekahwatiran dan Perasaan Tidak Senang Dialami Danilo Petrucci di Jerez

Baca juga: Sekongkol Beri Pelayanan Pakai Alat Tes Antigen Bekas, Bos Kimia Farma Hasilkan RP 30 Juta per Hari

"Kita menemukan motif dari pelaku, sehingga tega melakukan pembunuhan kepada korban. Dia sakit hati karena sering diejek dan diolok-olok oleh korban," ujar Edy saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (29/4/2021).

()

Polisi menghadirkan HP pelaku pembunuh FNR saat jumpa pers di Mapolres Klaten, Kamis (29/4/2021). (TRIBUNJOGJA/ Almurfi Syofyan)

Ia melanjutkan, selain sering diolok-olok oleh korban, pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu juga mengaku pernah difitnah oleh korban FNR memiliki utang kepada dirinya.

"Kemudian (pelaku) ini mengaku pernah difitnah oleh korban punya h utang dan disampaikan oleh korban ke orang tua pelaku," ucapnya.

Adapun modus operandi dari HP untuk melancarkan aksinya tersebut dengan mengajak korban FNR untuk bertemu di lokasi DAM Kaliworo yang berada di Desa Borangan pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 20.30 hingga 21.00.

"Modus operandi dari pelaku ini yakni dengan mengajak korban bertemu ke tempat kejadian perkara (TKP).

"Saat itu korban tiba lebih dahulu, kemudian disusul oleh pelaku tiba dari arah berlawanan. Sesampai di TKP pelaku langsung menusuk leher korban dengan menggunakan pisau dapur," ucapnya.

Baca juga: Pembeli Chip Higgs Domino di Pidie Dihukum Cambuk, Eksekusi Usai Ramadhan

Baca juga: 2 Perwira Polisi Ditangkap Pesta Narkoba di Surabaya, Ajak 3 Anak Buah 3 Warga, Berikut Faktanya

Setelah menusuk korban, lanjut Kapolres, pelaku langsung pergi dari TKP dan sempat membuang pisau dapur tersebut ke sungai yang tidak jauh dari TKP berada.

"Disamping TKP itu kan sungai, jadi dibuang oleh pelaku (pisau) ke arah sungai itu," ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved