Jumat, 8 Mei 2026

Luar Negeri

Oposisi India Serukan Lockdown Total, Pasien Covid-19 Lewati Rekor Tembus Lebih 20 Juta

Seruan ini disampaikan sesaat setelah negara itu melewati rekor catatan kasus positif infeksi virus corona (Covid-19) yang mencapai lebih dari 20 juta

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

Sedangkan New Delhi, dan pusat keuangan Mumbai menerapkan sistem pembatasan.

Modi telah mendapatkan kecaman keras pada tahun lalu karena memberlakukan lockdown nasional dengan pemberitahuan yang disampaikan secara tiba-tiba, yakni hanya kurang dari empat jam.

Ini tentunya menyebabkan krisis kemanusiaan, karena puluhan ribu pekerja migran terpaksa berjalan ratusan kilometer untuk kembali ke desa asal mereka.

Lockdown saat itu juga menyebabkan output ekonomi India turun dengan rekor 24 persen pada periode April dan Juni 2020, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.

Baca juga: Malaysia Deteksi Varian Baru Virus Corona India, Ditemukan dari Kedatangan Warga India

Baca juga: Hindari Ledakan Kasus Seperti India, Pemerintah Perpanjang PPKM Mikro

Pemerintah pusat mengatakan bahwa jika lockdown nasional diberlakukan kembali, akan memiliki konsekuensi yang mengerikan bagi perekonomian negara itu.

Terjadinya gelombang infeksi kedua India sebenarnya dipicu pelonggaran protokol kesehatan dan adanya festival publik secara besar-besaran serta kampanye politik.

Lonjakan angka positif Covid-19 ini kemudian membebani seluruh rumah sakit di negara itu.

Tindakan seperti penundaan dalam pengujian, diagnosis maupun pengobatan, serta terbatasnya tempat perawatan pasien kritis dan obat-obatan esensial termasuk oksigen, telah mengakibatkan lonjakan angka kematian.

Negara di kawasan Asia Selatan itu sejauh ini telah melaporkan lebih dari 222.000 kematian akibat virus tersebut.

Namun para ahli mengatakan bahwa masih banyak jumlah kematian akibat Covid-19 di India yang belum dilaporkan.

Fenomena ini pun membuat antrean yang sangat panjang di krematorium, tumpukan kayu pemakaman massal, bahkan kota-kota kehabisan ruang untuk menguburkan atau mengkremasi orang yang mati.

Baca juga: Dana Pembebasan 9 Bidang Tanah Dititip ke Pengadilan

Baca juga: Tak Lolos Tes ASN, Sejumlah Penyidik KPK yang Tangani Kasus Kakap Diisukan Bakal Dipecat

Baca juga: 6 Waktu Mustajab Berdoa Dikabulkan di Bulan Ramadan dari Saat Sahur hinga Berbuka Puasa

Tribunnews.com dengan judul Pasien Covid Tembus 20 juta, Oposisi India Serukan Lockdown Total, 

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved