Breaking News:

Lembaga Keuangan Syariah

Pelayanan Bank Syariah Disorot, Ini Harapan Aktivis Santri Aceh

Sorotan terhadap pelayanan bank syariah ini juga mendapat perhatian dari aktivis santri Aceh, Teuku Zulkhairi.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Zaenal
Facebook.com
Teuku Zulkhairi, Dosen UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. 

"Lalu, kenapa yang satu mudah dan satunya lagi menjadi sulit (ketika berubah menjadi syari'ah), padahal sama-sama ditangani oleh manusia?," kata dia yang juga mengkritisi lewat postingan facebooknya.

Menurut Zulkhairi, itulah masalah yang dihadapi umat Islam di zaman ini.

Tidak mudah untuk kembali ke jalan Islam, banyak tantangan yang datang dari banyak sisi.

"Oleh sebab itulah kita perlu kritis kepada manusia. Karena manusia lah yang punya kerja yang urus ATM itu dan juga yang urus seluruh pelayanan di bank syari'ah," ujarnya.

Baca juga: Anggota DPRA Keluhkan Pelayanan Bank Syariah di Aceh, ATM Sering Kosong Uang dan Gagal Transfer

Baca juga: Gubernur Harap Bank Syariah Indonesia dan Bank Aceh Syariah Dapat Bersinergi

Jangan Salahkan Sistem Syariah

Zulkhairi tidak sependapat karena persoalan ATM kemudian yang disalahkan penerapan sistem syariahnya.

Penerapan syariah tidak ada kaitan dengan persoalan yang terjadi saat melakukan transaksi di ATM.

"Kita harus bisa membedakan antara kerja manusia yang mengurus ATM dan transaksi bank lainnya dengan ekonomi syari'ah sebagai suatu konsepsi ekonomi Islam untuk kita umat Islam," lanjutnya.

"Kita dilarang oleh Islam untuk bertransaksi dengan sistem ribawi yang melekat dan identik pada bank konvensional. Dosa riba yang paling kecil adalah bagai berzina dengan ibu kandung. Na'uzubillah min dzalik. Sungguh mengerikan," jelasnya.

Karena ada ancaman seperti ini, tambah Zulkhairi, tentu sebagai seorang muslim pasti memilih sistem ekonomi syari'ah sebagai ganti sistem bank konvensional.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved