Breaking News:

Memukul Anak Bisa Memengaruhi Struktur Fisik Otak, Terbukti dari Studi, Begini Cara Tepat Mendidik

Pola asuh orang tua yang sering memukul anak untuk membuatnya menurut atau jera justru akan berakibat buruk di kemudian hari.

AFP
Anak-anak sedang belajar di sebuah sekolah di Sanaa, Yaman. 

Pola asuh orang tua yang sering memukul anak untuk membuatnya menurut atau jera justru akan berakibat buruk di kemudian hari.

SERAMBINEWS.COM - Anak-anak dikenal sangat aktif bergerak, berlari-lari, maupun menanyakan segala hal.

Anak-anak juga kerap menolak ajakan atau ajaran orang tua.

Misalnya ketika diajak tidur, ia malah mau bermain atau menonton video.

Saat disuruh makan, ia lebih sibuk menonton televisi atau memainkan boneka atau mobil-mobilannya.

Tentunya hal ini membuat kita sebagai orang tua pusing. Bukannya apa, sebab ketika anak menolak ajakan atau perintah kita, hal tersebut membuat kita pusing.

Belum lagi kalau si kecil sudah mulai bisa membantah dan menolak. Pastinya kesabaran kita seolah diuji. Meski begitu, jangan pernah memukul si kecil ya, Kawan Puan.

Pola asuh orang tua yang sering memukul anak untuk membuatnya menurut atau jera justru akan berakibat buruk di kemudian hari.

Efek buruk memukul anak tidak hanya bisa memberikan contoh buruk padanya, tapi juga memengaruhi fungsi serta tumbuh kembang otaknya.

Anak yang dibesarkan dengan pola asuh orang tuanya suka memukul, memiliki struktur fisik otak yang berbeda dari anak yang tidak dipukul oleh orang tuanya.

Halaman
123
Editor: Mursal Ismail
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved