Internasional
Presiden Mesir Tegaskan Bendungan Ethiopia Telah Menjadi Masalah Utama Negaranya
Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah menegaskan kembali Grand Ethiopia Renaissance Dam (GERD) menjadi masalah utama bagi warga Mesir.
SERAMBINEWS.COM, KAIRO - Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi telah menegaskan kembali Grand Ethiopia Renaissance Dam (GERD) menjadi masalah utama bagi warga Mesir.
Dia menambahkan tidak akan menerima risiko apapun bendungan Ethiopia terhadap saluran air dari Sungai Nil.
Dalam pertemuan dengan Utusan Khusus AS untuk Afrika Jeffrey Feltman El-Sisi mengatakan ingin meningkatkan kerja sama bilateral dengan AS.
El- Sisi menggarisbawahi peran penting kemitraan tersebut dalam mencapai stabilitas di Timur Tengah dan Afrika, seperti dilansir AFP, Sabtu (8/5/2021).
Seorang juru bicara El-Sisi mengatakan kedua pria itu membahas beberapa masalah yang relevan dengan Tanduk Afrika, yang terutama adalah GERD.
Feltman mengatakan AS ingin membantu mencapai penyelesaian yang adil dan komprehensif untuk masalah tersebut, mengingat hal tersebut sangat penting bagi Mesir dan kawasan itu.
Baca juga: Pengadilan Mesir Mendukung Penyitaan Kapal Kargo Jepang, Pemblokir Terusan Suez
Ethiopia mulai membangun bendungan gravitasi sepanjang 1,8 km pada 2011.
Mesir khawatir bendungan itu akan mengancam pasokan airnya dari Sungai Nil.
Sudan juga prihatin tentang keamanan bendungan dan pengaruhnya terhadap pasokan air bendungan dan stasiun air Sudan.
El-Sisi mengatakan Mesir telah mengadopsi pendekatan yang fleksibel terhadap masalah tersebut selama bertahun-tahun melalui berbagai metode negosiasi.
Pendekatan Mesir, katanya, didasarkan pada upaya mencari kesepakatan yang seimbang dan mengikat secara hukum yang menghormati kepentingan Mesir, Sudan, dan Ethiopia.
Dia menyalahkan kurangnya kemauan politik Ethiopia atas kegagalan negosiasi hingga saat ini.
Presiden menekankan Mesir masih mencari kesepakatan yang adil mengenai pengisian dan pengoperasian bendungan di bawah negosiasi.
Disponsori oleh Uni Afrika, yang dipimpin tahun ini oleh Presiden Kongo Felix Tshisekedi.
Baca juga: Mesir Tegaskan Tidak Akan Menyerahkan Setetespun Air Sungai Nil, Terkait Bendungan di Ethiopia
El-Sisi meminta komunitas internasional harus ikut bertanggung jawab untuk membantu menyelesaikan krisis.
Presiden juga menyoroti peran penting pengaruh AS dalam hal ini.
Feltman mengatakan AS sangat menghargai hubungan strategisnya dengan Mesir mengingat pengaruh politik Kairo dan peran penting di kawasan itu.
Utusan itu juga menekankan keinginan Amerika untuk meningkatkan kerja sama dengan Mesir.
Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dan Menteri Sumber Daya Air dan Irigasi Mohamed Abdel-Ati juga bertemu dengan Feltman.
Mereka mengatakan kepadanya Mesir masih berharap mencapai kesepakatan atas GERD sebelum musim panas tahun ini.
Mereka menambahkan, proses pengisian bendungan harus dilakukan sesuai kesepakatan yang menghormati kepentingan Mesir dan Sudan .
Kedua negara hilir berusaha membatasi kerusakan di kedua negara tersebut.
Baca juga: Abdel Fattah El-Sisi Siap Terapkan Pola Pendidikan Jepang di Mesir
Dalam pertemuan mereka dengan Feltman, para menteri menyatakan kesediaan Mesir berbuat semaksimal mungkin.
Untuk memastikan keberhasilan perundingan yang disponsori oleh Republik Demokratik Kongo.
Kedua menteri mengatakan Mesir berharap dapat bekerja sama dengan mitra internasionalnya, terutama AS, untuk mencapai tujuan ini.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/presiden-mesir-abdel-fattah-el-sisi2.jpg)