Breaking News:

Luar Negeri

Sekolahnya Dibom hingga Tewaskan 68 orang, Gadis Afghanistan Ini Tetap Ingin Sekolah

Arifa mengaku tak tahu mengapa sekolahnya di Dasht-i-Barchi, Kabul, Afghanistan, jadi target ledakan bom.

NBC via Sky News
Arifa, gadis 17 tahun yang menjadi korban ledakan bom di Sekolah Sayed al-Shuhada, Kabul, Afghanistan, pada 8 Mei 2021. 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Arifa mengaku tak tahu mengapa sekolahnya di Dasht-i-Barchi, Kabul, Afghanistan, jadi target ledakan bom.

"Mungkin mereka tidak ingin kami untuk sekolah, mendapat pendidikan, dan terus maju," kata dia berspekulasi.

Sebelum AS mengivasi pada 2001, pendidikan bagi perempuan merupakan hal yang tabu di bawah kepemimpinan Taliban.

Sejak invasi itu, Inggris secara aktif memperjuangkan dorongan bagi kaum Hawa untuk berpendidikan.

Mereka menggunakan statistik sebagai indikator kemajuan bagi wanita.

Meski di sisi lain, kemunduran terlihat di wilayah yang dikuasai Taliban.

Dengan Inggris, AS, dan sekutu lainnya bersiap angkat kaki dari Afghanistan di September, penduduk dibayangi ketakutan bakal kembali ditekan Taliban.

Meski begitu Arifa, seorang gadis berusia 17 tahun, berjanji tetap kembali ke sekolah meski nantinya akan ada ancaman.

"Ketakutan tentu ada, namun saya akan tetap memperjuangkan pendidikan saya," tegasnya kepada jurnalis NBC Richard Engel.

Baca juga: 40 Orang Tewas dalam Ledakan Bom di Sekolah Afghanistan, Termasuk Anak-anak, Puluhan Lainnya Terluka

Baca juga: Ledakan Bom Bunuh Diri Hantam Wisma di Afghanistan, 21 Orang Tewas

Kekerasan di negara konflik itu kembali meningkat sejak tenggat waktu yang diberikan pemberontak agar pasukan asing angkat kaki terlewati di 1 Mei.

Halaman
123
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved