Breaking News:

Berita Aceh Barat

Wilayah Aglomerasi Berlaku, Semua Pos Penyekatan Jalur Mudik di Aceh Barat Dibongkar

“Sesuai dengan keluarnya surat edaran Gubernur, maka semua pos penyekatan sudah kita cabut,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda.

Serambi Indonesia
Kondisi pos penyekatan jalur mudik di kawasan Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Minggu (9/5/2021). 

Laporan Sa'dul bahri | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM,  MEULABOH – Seiring dengan keluarnya surat edaran Gubernur Aceh menyangkut dengan dibolehkan mudik dan beroperasinya kendaraan umum antarkota di dalam Provinsi Aceh, maka semua pos penyekatan jalur mudik sudah dibersihkan oleh Satuan Lalu Lintas Polres Aceh Barat, sejak Minggu (9/5/2021) siang.

Kondisi tersebut tentunya masyarakat dapat beraktivitas kembali seperti biasa, khusus untuk antar kabupaten/kota dalam Provinsi Aceh, terutama mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

“Sesuai dengan keluarnya surat edaran Gubernur, maka semua pos penyekatan sudah kita cabut,” kata Kapolres Aceh Barat, AKBP Andrianto Argamuda, melalui Kasat Lantas AKP Surya Purba kepada Serambinews.com, Senin (10/5/2021).

Di sisi lain, lanjut Kasat Lantas, pihak kepolisian tetap fokus melaksanakan Operasi Ketupat Seulawah 2021.

Seperti diketahui, Pemerintah Aceh, mulai Sabtu (8/5/2021) lalu, memperbolehkan pergerakan orang antar kabupaten dan kota dalam Wilayah Aglomerasi.

Baca juga: Ustadz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia, UAS: Engkau Benar-benar Kembali ke Fitrah

Baca juga: Ketua DPRK Lhokseumawe Panggil Perusahaan yang Merevitalisasi Terminal Elpiji Arun, Ini Sebabnya

Baca juga: Gembong Narkoba Ini Dianggap Pahlawan bagi Sebagian Masyarakat Kolombia, Ini yang Dilakukannya

Selain itu, pemerintah juga memperbolehkan angkutan perintis ke kepulauan untuk tetap beroperasi seperti biasa.

Disebutkan, bahwa kebijakan terhadap aturan pembolehan pergerakan antar kabupaten/kota  itu termuat dalam Surat Edaran Gubernur Aceh Nomor: 440/8833 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 Hijriah Dalam Rangka Penyebaran Covid-19.

Sesuai surat edaran tersebut, cakupan Wilayah Aglomerasi yang digunakan untuk pembatasan pergerakan orang adalah Aceh Trade and Distribution Centre (ATDC) berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah Aceh (RTRWA).

Berikut wilayah aglomerasi di Aceh yang masih diperbolehkan dilayani oleh angkutan umum.

Halaman
12
Penulis: Sa'dul Bahri
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved