Breaking News:

Update Covid 19 di Aceh

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang, Hampir Semua Kabupaten Berstatus Zona Oranye

Penyebaran virus Corona saat ini diperkirakan masih sangat tinggi, dan bahkan memiliki potensi tidak terkendali.

For Serambinews.com
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani atau SAG mengatakan, hasil analisis data penyebaran kasus Covid-19 periode 3 Mei sampai 9 Mei 2021 oleh Satgas Covid-19 Nasional, ternyata Aceh nyaris oranye total.“Tinggal Aceh Tenggara dan Aceh Timur yang zona kuning di Aceh, 21 kabupaten/kota lainnya semua zona oranye,” tulis SAG dalam update hariannya kepada awak media, Selasa (11/5/2021).

SAG menjelaskan, zona oranye dikategorikan sebagai daerah yang memiliki risiko sedang peningkatan kasus Covid-19.

Penyebaran Virus Corona diperkirakan masih sangat tinggi, dan bahkan memiliki potensi tidak terkendali. Transmisi lokal bisa terjadi sangat cepat di dalam masyarakat, katanya.

Di zona oranye, lanjutnya, diperkirakan terjadi transmisi dari luar daerah (imported case)  secara cepat.

Karena itu Satgas Covid-19 kabupaten/kota dan Pos Komando gampong di zona oranye seyogyanya memantau dan mengontrol penyebaran virus corona melalui tindakan dan dukungan terhadap upaya testing dan tracing yang akresif di masyarakat, pintanya.

Ia juga menghimbau masyarakat di zona oranye untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah.

Baca juga: Seruan Lockdown Nasional di India Terus Bergema, PM Narendra Modi Terus Mendapat Tekanan

Baca juga: Inggris Longgarkan Pembatasan, Program Cepat Vaksinasi Covid-19 Berjalan Baik

Baca juga: Hari Ini Bertambah 15 Warga Lhokseumawe yang Terpapar Covid-19,  Terbanyak di Kecamatan Banda Sakti

Aktivitas di luar rumah hanya dilakukan apabila sangat mendesak, dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan memakai sabun sdi bawah air yang mengalir, atau memakai hand sanitizer.

Pengelola moda transportasi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi perlindungan maksimal kepada seluruh penumpangnya.

Jarak duduk antarpenumpamng diatur sedemikian rupa dan hanya diisi sekitar 50 persen tempat duduk yang tersedia.

"Para penumpang pun tidak memaksa diri untuk terangkut meski berjejal di dalam kenderaan umum. Keselamatan tetap harus diutamakan," tutur SAG.

Baca juga: Libur Lebaran, ASN Aceh Tamiang Dilarang Mudik

Baca juga: Pesta Ulang Tahun di Colorado Berubah Jadi Tragedi, Seorang Pria Tembak Enam Orang Bersama Pacarnya

Baca juga: Taliban Umuman Gencatan Senjata Tiga Hari, Bertepatan Perayaan Idul Fitri

“Kita wajib menyampaikan informasi yang benar supaya masyarakat bijak menyikapi dan dan dapat merespon dengan tepat dinamika yang terjadi di lingkungannya yang masih zona oranye saat ini,” tambahnya.

Sementara kasus harian Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19 di Aceh, kata SAG, bertambah lagi 100 orang, pasien yang sembuh 32 orang, dan dua orang dilaporkan meninggal dunia, dalam 24 jam terakhir.(*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved