Internasional
Polisi Israel Bertindak Brutal, Gunakan Granat Setrum ke Demonstran Palestina
Polisi Israel telah bertindak brutal dan kejam terhadap warga Palestina di Jerusalem. Para kritikus mengatakan tindakan polisi yang kejam membantu mem
SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Polisi Israel telah bertindak brutal dan kejam terhadap warga Palestina di Jerusalem.
Para kritikus mengatakan tindakan polisi yang kejam membantu memicu kerusuhan di malam hari.
Termasuk keputusan untuk sementara waktu tempat berkumpul yang populer.
Di mana penduduk Palestina akan bertemu setelah shalat Isya.
Titik nyala lainnya adalah lingkungan Sheikh Jarrah di Jerusalem, tempat puluhan orang Palestina digusur oleh pemukim Yahudi.
Baca juga: Arab Saudi dan Mesir Kutuk Israel, Abaikan Hak-hak Warga Palestina di Jerusalem
Selama akhir pekan, konfrontasi meletus di kompleks Masjid Al-Aqsa, yang merupakan situs tersuci ketiga Islam dan situs tersuci dalam Yudaisme.
Selama beberapa hari terakhir, polisi Israel menembakkan gas air mata, granat kejut, dan peluru karet ke arah warga Palestina yang melemparkan batu dan kursi.
Kadang-kadang, polisi menembakkan granat setrum ke Masjid Al-Aqsa yang dilapisi karpet.
Pada Senin (10/5/2021) malam, Hamas mulai menembakkan roket dari Gaza.
Memicu sirene serangan udara hingga ke Jerusalem.
Sejak saat itu, eskalasi serangan terjadi dengan cepat.
Di Jaur Gaza, sebagian besar kematian dikaitkan dengan serangan udara.
Baca juga: Jalur Gaza Diguncang Ledakan, 9 Orang Tewas, Hamas dan Israel Saling Serang
Namun, tujuh dari korban tewas adalah anggota satu keluarga, termasuk tiga anak, yang tewas dalam ledakan di kota Beit Hanoun di Gaza utara.
Tidak jelas apakah ledakan itu disebabkan oleh serangan udara Israel atau roket yang salah.
Puluhan pelayat mengambil bagian dalam pemakaman Hussein Hamad, seorang bocah lelaki berusia 11 tahun yang termasuk di antara korban tewas.