Breaking News:

Idul Fitri 1442 H

Puasa Sunnah Syawal Harus Dikerjakan Berurutan Selama 6 Hari? Simak! Ini Penjelasan Buya Yahya

Lebih lanjut Buya Yahya menerangkan, bagi yang berpuasa sunnah syawal secara tidak berurutan, pahala puasanya tetap sama dengan yang menunaikannya sel

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal
YouTube 'Al-Bahjah TV'
Puasa Sunnah Syawal Harus Dikerjakan Berurutan Selama 6 Hari? Simak! Ini Penjelasan Buya Yahya. 

SERAMBINEWS.COM - Apakah puasa sunnah syawal harus dikerjakan berurutan selama enam hari?

Simak penjelasan dari Buya Yahya berikut.

Usai menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, ada puasa sunnah lain yang dikerjakan setelah bulan Ramadhan.

Ibadah puasa sunnah ini dikerjakan selama enam hari di bulan syawal, yang lalu disebut dengan puasa syawal.

Mengerjakan puasa sunnah ini memiliki keutamaan yang besar.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim ra, disebutkan bahwa berpuasa selama enam hari di bulan Syawal setara dengan berpuasa selama setahun penuh.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (HR. Muslim, no. 1164).

Baca juga: Niat Puasa Syawal 1442 H, Ini Keutamaan Bagi yang Menjalankannya

Baca juga: Niat, Keutamaan, Tuntunan dan Tata Cara Puasa Syawal, Bagaimana Jika Masih Ada Puasa belum Qadha?

Seperti disebutkan dalam hadits tersebut, puasa syawal dilakukan selama 6 hari di bulan syawal.

Lantas, haruskah puasa ini dikerjakan secara berturut selama 6 hari, seperti pengerjaan puasa di bulan Ramadhan ?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved