Corona di India
Puluhan Mayat Korban Covid -19 di India tak Dikremasi Ditemukan Mengapung di Sungai Gangga
Penduduk setempat mengatakan kepada media bahwa kerabat terpaksa membuang jenazah ke sungai karena mereka tidak mampu membeli kayu untuk kremasi semen
SERAMBINEWS.COM - Mayat-mayat manusia yang diduga korban covid-19 mendadak ditemukan di Sungai Gangga.
Menurut 24h.com.vn, pada Kamis (13/5/21), ketakutan muncul setelah puluhan mayat baru ditemukan mengambang di Sungai Gangga, India.
Semua mayat yang ditemukan dalam keadaan membusuk parah, sehingga tidak bisa diperiksa oleh dokter.
Penduduk lokal yang memancing di Sungai Gangga, di kota Buxar, negara bagian Bihar telah menemukan setidaknya 12 mayat manusia, mengambang dari hulu negara bagian Uttar Pradesh.
Hakim kota Buxar Aman Samir mengatakan setidaknya sudah 71 mayat ditemukan dalam waktu 24 jam terakhir, di sekitar desa Chausa.
Sehari lalu ada sekitar 30 jenazah mengambang di kawasan tersebut.
Aman Samir mengusulkan untuk melakukan otopsi namun, jika mayatnya sebanyak ini hampir mustahil untuk mengotopsi semuanya.
"Para dokter mengatakan tidak mungkin melakukan otopsi karena mayat-mayat ini dalam keadaaan membusuk parah, dan tampak melayang selama 5-6 hari di sungai," kata Samir.
• Joe Biden Sebut Israel Berhak Membela Diri, Kongres: AS Tak Akui Kemanusiaan Palestina
• Inilah Harta Karun Sakral di Masjid Aqsa yang Diincar Israel dari Tanah Palestina, Simak Kisahnya
Beberapa pejabat lokal mengatakan mereka melihat mayat terbungkus kafan.
Kemudian, sekitar 40 km ke hulu dari desa Chausa, otoritas India menemukan 12 mayat lagi di daerah Bara dan Gahmar di negara bagian Uttar Pradesh.
"Kami mengirim orang ke bawah untuk mengumpulkan informasi dan membuka penyelidikan. Kami sedang mencari untuk melihat dari mana jenazah itu berasal," kata seorang pejabat distrik Ghazipur di negara bagian Uttar Pradesh.
Serangkaian mayat yang terdampar di Sungai Gangga dalam beberapa hari terakhir telah membuat penduduk di negara bagian Bihar dan Uttar Pradesh sangat khawatir.
Mereka khawatir mayat yang sakit telah meninggal karena Covid-19 tetapi tidak dapat menemukan tempat kremasi.
Menteri air, air minum dan sanitasi India, Gajendra Singh Shekhawat menggambarkan insiden itu sebagai "sangat disesalkan" dan meminta negara bagian untuk membuka penyelidikan.
"Insiden di bagian Gangga di negara bagian Bihar sangat disesalkan," katanya.