Berita Luar Negeri
Wanita Positif Covid-19 Tewas Setelah Dirudapaksa di Rumah Sakit
Pandemi Virus Corona di India semakin mengerikan dan memicu sejumlah tindakan brutal
Wanita Positif Covid-19 Tewas Setelah Dirudapaksa di Rumah Sakit
SERAMBINEWS.COM - Pandemi Virus Corona di India semakin mengerikan dan memicu sejumlah tindakan brutal.
Jumlah kasus dan kematian pasien Covid-19 di negara dengan jumlah penduduk terbanyak kedua ini terus meningkat.
Kasus Virus Corona di India hingga Minggu (15/5/2021) berdasarkan data Worldometers mencapai 24.372.907 kasus dengan jumlah kematian sebanyak 266.229 orang pasien.
Baca juga: Petugas Ambulans India Buang Puluhan Mayat Korban Covid-19 ke Sungai
India adalah negara dengan kasus Covid-19 terbanyak kedua setelah Amerika Serikat di posisi pertama dengan 33.668.931 kasus dan jumlah kematian 599.314 orang pasien.
Di samping kasus yang terus bertambah, sejumlah tindakan brutal juga ditunjukkan warga dan petugas kesehatan di India.
Informasi yang diperoleh Wartakotalive.com dari Dailaymail.co.uk sore ini, seorang pasien Covid-19 di India telah meninggal setelah diperkosa oleh perawat saat dirawat di rumah sakit.
Pasien Covid-19 Wanita Tewas setelah Diperkosa
Kondisi wanita berusia 43 tahun yang tidak disebutkan namanya itu memburuk dengan cepat setelah dia memberi tahu polisi tentang serangan di Rumah Sakit Memorial Bhopal, di wilayah Madhya Pradesh, India.
Dia memakai ventilator dan meninggal pada malam yang sama, polisi mengkonfirmasi dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis.
Baca juga: Terungkap Motif Dua Warga Bireuen Tega Bunuh Pensiunan PT PIM di Aceh Utara
Perawat - bernama Santosh Ahirwar, 40 - diyakini juga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang anggota staf rumah sakit berusia 24 tahun dan pernah diskors karena minum.
Wanita itu selamat dari tragedi gas Bhopal - yang dianggap sebagai salah satu bencana alam terburuk di dunia - yang menewaskan ribuan orang dan membuat setengah juta orang terpapar gas beracun.
Tragedi gas Bhopal adalah kebocoran dari pabrik pestisida pada tahun 1984.
Rumah sakit ini merupakan bagian dari kolektif yang dikelola oleh kelompok BMHRC yang dikelola pemerintah.
Baca juga: Ini Besaran Harga Vaksin Gotong Royong, Harga Pembelian Ditambah Tarif Maksimal Pelayanan
Sebuah kelompok yang mewakili korban bencana gas mengecam rumah sakit tersebut karena berada dalam 'kondisi yang menyedihkan' dan mengatakan bahwa bos BMHRC perlu dimintai pertanggungjawaban.
Mereka lebih lanjut mengklaim bahwa keluarga korban tidak mengetahui pemerkosaan tersebut.
Dalam sebuah surat kepada pejabat, kelompok tersebut menyatakan: 'Manajemen BMHRC telah melakukan segala daya untuk mendorong tindakan keji dan kriminal ini di bawah karpet dan itulah alasan mengapa keluarga korban pemerkosaan bahkan tidak diberitahu tentang peristiwa tersebut. . '
Polisi menyatakan bahwa korban telah meminta mereka untuk melindungi identitasnya dan oleh karena itu tidak memberi tahu keluarganya.
Baca juga: 11 Hari Lagi, Gerhana Perdana Tahun 2021 Terjadi, Bisa Disaksikan di Aceh
Petugas polisi senior Irshad Wali mengatakan: "Itulah sebabnya informasi itu tidak dibagikan kepada siapa pun kecuali tim penyidik."
Kelompok tersebut telah menyerukan agar CCTV dipasang di rumah sakit dan bagi siapa pun yang memiliki riwayat pelecehan seksual dilarang bekerja di sana.
Orang yang selamat dari tragedi gas Bhopal tujuh kali lebih mungkin meninggal karena Covid daripada warga negara biasa.
Ahirwar saat ini sedang menunggu persidangan sambil ditahan.
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul MENGERIKAN, WANITA Pasien Virus Corona di India Tewas setelah Dirudapaksa Perawat Rumah Sakit,
Baca juga: KM Sinar Mas Terbakar di Laut Natuna Utara, TNI AL Selamatkan 27 ABK