Breaking News:

Berita Abdya

Agen Gas Nakal Diduga Pungli Calon Pengusaha Pangkalan Elpiji Melon, Begini Respon Keras DPRK Abdya

Sejumlah anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) menyesalkan adanya pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum agen gas elpiji 3 kilogram.

Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Ilustrasi pangkalan elpiji 3 kilogram. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Sejumlah anggota DPRK Aceh Barat Daya (Abdya) menyesalkan adanya pungutan liar atau pungli yang dilakukan oleh oknum agen gas elpiji 3 kilogram atau biasa disebut elpiji melon.

Hal tersebut disampaikan oleh Ikhsan merespon terkait adanya keluhan para calon pengusaha pangkalan gas elpiji 3 kilogram yang menjadi korban pungutan liar alias pungli.

“Kutipan Rp 60 juta untuk membuka pangkalan baru itu tidak masuk akal. Karena biasanya untuk membuka pangkalan baru itu, hanya butuh modal Rp 25 juta hingga Rp 30 juta,” ujar Ketua Komisi D DPRK Abdya, Ikhsan kepada Serambinews.com, Selasa (18/5/2021).

Menurut Ikhsan, kutipan hingga Rp 60 juta sangatlah mahal, dan rawan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, salah satunya rawan penjualan gas melampaui HET yaitu Rp 22.500 per tabung.

Untuk itu, ia mengaku, dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil seluruh agen gas elpiji 3 kilogram di Abdya, termasuk para calon pengusaha dan dinas terkait.

Baca juga: Warga Palestina di Israel dan Tepi Barat Melakukan Demonstrasi Massal

Baca juga: Blok B Diserahkan ke Aceh, KNPI Apresiasi Pertamina dan Siap Dukung Pemerintah Aceh

Baca juga: Toko Kelontong & rumah Milik Warga Aceh Utara Terbakar di Siang Bolong, Api Diduga Berasal dari Ini

“Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan RDP (rapat dengar pendapat). Jika dalam RDP itu pihak agen tidak mampu menjelaskan untuk apa Rp 60 juta yang dikutip itu, maka pihaknya akan melaporkan ke Pertamina,” tegas politisi PAN tersebut.

Karena, sebutnya, korban pengutipan itu juga terjadi terhadap beberapa orang, termasuk abang kandung salah satu pimpinan OKP di Abdya

Hal senada juga disampaikan oleh Anton Sumarno dan Zulfan alias Awenk. 

“Insya Allah akan kita gelar RDP. Bahkan, kita akan mempertanyakan regulasi pendirian pangkalan,” ujar Anton Sumarno.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved