Breaking News:

Luar Negeri

Covid-19 Mematikan di India Mulai Menyebar, Ditemukan di Denmark Dengan Tingkat Penyebaran Cepat

Informasi mengenai ditemukan virus tersebut diumumkan oleh Menteri Kesehatan Denmark pada hari Sabtu (22/5/2021).

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Zaenal
Anadolu Agency
Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke mengumumkan negara itu telah terdeteksi virus Corona India melalui akun Twitter @Heunicke. 

SERAMBINEWS.COM, COPENHAGEN DENMARK - Varian virus Corona yang sangat menular di India ditemukan di Denmark.

Informasi mengenai ditemukan virus tersebut diumumkan oleh Menteri Kesehatan Denmark pada hari Sabtu (22/5/2021).

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (23/5/2021), Menteri Kesehatan Denmark, Magnus Heunicke mengumumkan negara itu telah terdeteksi virus Corona India melalui akun Twitter @Heunicke.

"Kami memiliki situasi yang tidak baik di pemukiman Glostrup sama dengan varian India, deteksi infeksi intensif telah dimulai dan ada kerja sama erat dengan pemerintah kota," kata Magnus Heunicke di Twitter.

Televisi negara DR melaporkan bahwa varian tersebut menyebar 50% lebih cepat daripada varian Inggris.

Sejak 27 Desember 2020, ketika vaksinasi pertama dimulai di Denmark, dengan populasi sekitar 5,8 juta, lebih dari 1,8 juta orang telah divaksinasi.

Sejak Desember 2019, pandemi telah merenggut lebih dari 3,4 juta nyawa di 192 negara dan wilayah, dengan lebih dari 166 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia, menurut Universitas Johns Hopkins yang berbasis di AS.

AS, India, dan Brasil tetap menjadi negara yang paling parah terkena infeksi dan kematian.

Baca juga: Pemko Sabang Kembali Keluarkan Surat Edaran Pencegahan Covid-19

Corona di India Menyebar ke Pedesaan

Pemerintah India mengklaim wabah virus Corona di beberapa bagian negara sudah mulai stabil.

Namun, kasus kematian akibat Covid-19 meningkat 4.194 dan infeksi menyebar ke daerah pedesaan di mana layanan kesehatan publik langka dan sudah berlebihan.

India melaporkan lebih dari 400.000 infeksi sehari pada awal Mei tetapi jumlahnya perlahan-lahan berkurang.

Pada Sabtu (22/5/2021), data pemerintah menunjukkan 257.299 kasus baru.

Pejabat kementerian kesehatan Lav Agarwal mengatakan, kasus aktif di negara bagian terkaya di Maharashtra dan Karnataka, rumah bagi pusat teknologi Bengaluru, dan negara bagian pesisir Kerala telah jatuh dalam dua pekan terakhir.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved