Breaking News:

Dihantam Pandemi Covid-19, Usai Garuda Kini Sriwijaya Air yang Rumahkan Karyawan

Kebijakan pensiun dini yang ditawarkan maskapai kepada karyawannya karena demand dari penumpang yang menurun hingga 80 persen.

Wartakota
Buruh cantik korban PHK tawarkan menikah saja 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Dampak pandemi covid-19 memang benar-benar memukul industri penerbangan.

Sebelumnya maskapai pelat merah Garuda Indonesia mulai merumahkan karyawannya dengan tawaran secara sukarela pensiun dini, kini Sriwijaya Air juga mengalami hal serupa.

Melalui internal memo yang didapatkan Tribun pada Senin (24/5), Sriwijaya Air mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawannya dengan mempertimbangkan kondisi perusahaan yang mengalami penurunan likuiditas akibat wabah Covid-19.

Dalam surat internal memo tersebut, disebutkan pemberitahuan kebijakan merumahkan karyawan yang tertanggal 25 September 2020 yaitu melakukan efisiensi di kalangan internal organisasi.

Baca juga: Ayah Rudapaksa Anak Kandungnya, Nenek Korban Lapor Polisi, Dalaman Pink Hingga Sprei Turut Diamankan

Baca juga: AS Khawatirkan Bibit Muda ISIS Muncul di Kamp Suriah, Minta Irak dan Negara Lain Pulangkan Warganya

Baca juga: Pasar Kartini Banda Aceh juga Akan Dijadikan Taman Wisata Kuliner, Lapangan SMEP Taman Bermain

Kemudian dalam internal memo yang ditanda tersebut juga disebutkan, bahwa pihak Sriwijaya Air akan kembali memanggil karyawan yang dirumahkan jika operasional pesawat mulai bertambah.

Internal memo yang ditandatangani oleh Direktur Sumber Daya Manusia Sriwijaya Air Anthony Raimond tersebut juga menyebutkan, bagi karyawan sedang dirumahkan baik pegawai maupun PKWT yang bermaksud mengundurkan diri pihaknya akan memberikan uang pisah.

Uang pisah untuk karyawan dengan masa kerja lebih dari 1 tahun dan kurang dari tiga tahun diberikan uang pisah satu bulan gaji.

Sedangkan karyawan dengan masa kerja lebih dari tiga tahun atau dibawah enam tahun akan diberikan uang pisah dua bulan gaji, dan karyawan yang masa kerja lebih dari enam tahun akan diberikan uang pisah tiga bulan gaji.

Baca juga: Makin Meningkat, Begini Grafik Penambahan Kasus Covid-19 di Lhokseumawe Selama 24 Hari Belakangan

Baca juga: Aurel Hermansyah Keguguran, Ini Nasihat Ustaz Abdul Karim untuk Atta Halilintar Terkait Penyakit Ain

Baca juga: Cerita Lengkap Sekeluarga Mudik Jalan Kaki dari Jateng ke Jabar: Kena PHK, Cuma Berbekal Rp 120 Ribu

Selain itu Sriwijaya Air juga akan membebaskan biaya penalti kontrak kerja tidak termasuk pinjaman dana perusahaan kepada karyawan, yang menyetujui pengunduran diri tersebut. Kebijakan merumahkan karyawan ini, mulai berlaku sejak surat ini dikeluarkan sampai ada pemberitahuan lebih lanjut dari perusahaan.

Terkait kebijakan tersebut, pihak Sriwijaya Air yang dihubungi Tribun belum dapat memberikan komentar lebih lanjut terkait hal tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved