Breaking News:

Berita Subulussalam

Hujan Interupsi Warnai Rapat Paripurna LKPJ Wali Kota Subulussalam, Fraksi Geranat Pilih Walk-out

Sembilan anggota DPRK yang tergabung dalam fraksi tersebut menyatakan walk-out keluar dari sidang paripurna tersebut.

Penulis: Khalidin | Editor: Saifullah
Foto kiriman warga
Bahagia Maha, Ketua Fraksi Geranat DPRK Subulussalam saat melakukan aksi walk-out bersama rekannya dalam Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rekomendasi DPRK atas LKPJ Wali Kota Subulussalam, Senin (24/5/2021), di Gedung DPRK Subulussalam. 

Laporan Khalidin | Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Suasana Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Rekomendasi DPRK atas LKPJ Wali Kota Subulussalam tahun anggaran 2020 yang berlangsung Senin (24/5/2021), memanas.

Selain dihujani interupsi dari para wakil rakyat, sidang yang dipimpin Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, SKed ini juga diwarnai aksi walk-out atau keluar dari ruang sidang sejumlah anggota DPRK.

Ada pun anggota DPRK Subulussalam yang interupsi berasal dari Fraksi Gerakan Amanat Aceh (Geranat).

Sembilan anggota DPRK yang tergabung dalam fraksi tersebut menyatakan walk-out keluar dari sidang paripurna tersebut.

Kesembilan anggota Fraksi Geranat adalah Bahagia Maha, Dewita  Karya, dan Jefri Husni Munthe (PAN).

Baca juga: VIDEO Enam SD di Lhokseumawe Buka Pendaftraan Penerimaan Murid Baru Cuma Satu Hari

Baca juga: Sejak Awal Pandemi, WHO Ungkap Sudah 115.000 Petugas Kesehatan Meninggal Akibat Corona

Baca juga: Bupati, Dandim, Kapolres Bireuen Bersama Imbau Masyarakat Cegah Covid-19

Lalu, Hariansyah dan Salehati dari PA (Partai Aceh), serta Fazry Munthe, Saddam Husein dan H Mukmin, dari Partai Golkar. Kemudian Ari Afriadi dari Partai Gerindra.

Mereka keluar ruang sidang lantaran para anggota Fraksi Geranat menginginkan adanya pandangan umum dari fraksi, namun tidak diakomodir.

Selain itu, para anggota DPRK dari Geranat juga menyoal masalah pandangan umum atas Rekomendasi DPRK terhadap temuan-temuan LKPJ yang dibacakan Khalidin dari Fraksi Hanura.

Menurut Ketua Fraksi Geranat, Bahagia Maha, masalah pandangan umum  ini tidak pernah dirapatkan.

Termasuk tidak pernah diminta oleh Ketua DPRK terkait hasil temuan-temuan Pansus yang digelar sejak disampaikannya Laporan LKPJ Wali Kota Subulussalam pada 15 April 2021 lalu.

Baca juga: VIDEO Lantunan Merdu Mauli Della, Gadis Aceh Dengan Koleksi Segudang Prestasi

Baca juga: Sekolah di Banda Aceh Disarankan Harus Diliburkan Gegara Covid Naik, Begini Penjelasan Kadisdikbud

Baca juga: Dalam Satu Hari, Enam Kasus Positif Covid-19 Terjadi di Aceh Jaya, Begini Datanya

“Sehingga kami dari anggota DPRK khususnya dari Fraksi Geranat merasa dirugikan sebagai hak-hak pengawasan sebagai wakil rakyat yang dipercayakan kepada kami,” kata Bahagia dalam siaran persnya kepada Serambinews.com, Senin (24/5/2021).

Bahagia Maha yang merangkap sebagai Juru Bicara Fraksi Geranat meminta kepada pimpinan sidang untuk bisa memberikan pandangan umum dari fraksi guna menanggapi hasil temuan-temuan LKPJ yang telah mereka laksanakan, beberapa waktu lalu.

“Tapi ini tidak diakomodir, padahal apa yang kami sampaikan nanti pastilah sesuai dengan fakta yang kami dapatkan setelah kami Pansus ke SKPK maupun turun ke beberapa proyek fisik yang kami cek,” ujar Bahagia Maha yang diamini Wakil Ketua I DPRK Subulussalam, Fazry Munthe.

Hariansyah, anggota Fraksi Geranat lainnya yang juga anggota Komisi C Bidang Keuangan, turut menyampaikan interupsi kepada pimpinan sidang.

Namun hujan interupsi ini tidak diakomodir, sehingga melihat situasi mulai memanas pimpinan sidang melakukan skor selama 15 menit.

Baca juga: Daratkan Kendaraan Canggih di Mars, Apa yang Sebenarnya Dilakukan Cina di Planet Mirip Bumi Itu?

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Aceh Jaya Naik, PBM Tatap Muka Tetap Lanjut, Begini Tanggapan Gugus Tugas

Baca juga: Tanggapi Temuan Pansus DPRA di Pelabuhan Lhok Bubon, PPK: Kerusakan Akan Diperbaiki oleh Rekanan

Setelah skor dicabut, pihak Fraksi Geranat kembali  meminta waktu untuk menyampaikan pandangan umum fraksi tentang LKPJ, namun tetap tidak diberikan.

Walhasil, Bahagia Maha selaku Ketua Fraksi Geranat memohon maaf dan meminta kepada seluruh anggota untuk meninggalkan sidang paripurna alias walk-out.

“Jika memang kita tidak diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan umum fraksi, lebih baik kita walk-out,” tegas Bahagia.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved