Pindah Agama Karena Cinta pada Pasangan Beda Agama, Buya Yahya: Sedih Sekali
Apalagi bagi Muslim, menikah dengan orang non-muslim, setelah menikah ia pindah agama dan menjadi 'murtad'.
Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
SERAMBINEWS.COM - Pernikahan berbeda agama memang perkara yang memiliki banyak pertimbangan, bahkan sebagian menyebut tidak boleh menikah beda agama karena akan menimbulkan banyak pertikaian.
Apalagi bagi Muslim, menikah dengan orang non-muslim, setelah menikah ia pindah agama dan menjadi murtad.
Terkait menikah beda agama sampai pindah agama setelah menikah, Buya Yahya menyebut sangat menyedihkan kejadian demikian.
Mereka yang menikah beda agama, serta memilih menjadi murtad, Buya Yahya mengingatkan bahwa hal itu sangat merugikan, baik diri sendiri maupun keluarganya.
"Demi Cinta Rela Pindah Agama - Buya Yahya Menjawab
Jika ada seseorang yang murtad hanya demi cinta di dunia dan keluarganya pun orang yang awam dalam urusan agama, bagaimana hukumnya?," demikan tertulis pada postingan.
Baca juga: Gerhana Bulan Total Terjadi 26 Mei 2021, Kapan Waktu Shalat Khusuf? Berikut Penjelasan Buya Yahya
Baca juga: 26 Mei 2021 Gerhana Bulan Total, Apa yang Harus Dilakukan? Buya Yahya: Shalat Khusuf Jangan Sembunyi
Kesedihan
Buya Yahya menerangkan, jika seorang Muslim pindah agama karena cinta, merupakan kesedihan.
Meninggalkan agama Allah karena cinta, pindah agama karena perkara perasaan, kata Buya, sangat merugi.
"Merupakan kesedihan bagi kita semua jika ada seorang Muslim pindah agama karena cinta, ini remeh sekali, demi cinta rela pindah agama, sangat rugi," kata Buya Yahya.
"Kita sedih jika ada seorang Muslim demikian, selanjutnya kita coba ingatkan dan mendoakan agar mendapat hidayah Allah SWT," tambah Buya.
Baca juga: Hukum Puasa Syawal Sedangkan Masih Punya Utang Puasa, Buya Yahya: Dapat Pahala Double
Baca juga: Puasa Sunnah Syawal Harus Dikerjakan Berurutan Selama 6 Hari? Simak! Ini Penjelasan Buya Yahya
Mengingatkan
Siapapun yang memiliki hubungan dengan Muslim pindah agama karena cinta, maka berkewajiban mengingatkan.
Bahkan perkara yang dilakukan demikian hanya akan merugikan diri sendiri, maupun pasangan beda agamanya.
Wajib mengingatkan dan menasehati, untuk hidup di jalan yang diridhai Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/buya-yahya-saat-memberi-tanggapan-soal-uu-cipta-kerja.jpg)