Sabtu, 25 April 2026

Internasional

WhatsApp Blokir 100 Jurnalis Palestina, Seusai Gencatan Senjata Hamas dan Israel

Aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) telah memblokir akun seratusan jurnalis di Palestina dan Israel.

Editor: M Nur Pakar
Logo WhatsApp 

SERAMBINEWS.COM, KOTA GAZA - Aplikasi perpesanan WhatsApp (WA) telah memblokir akun seratusan jurnalis di Palestina dan Israel.

Pemblokiran dilakukan setelah pertempuran Israel dan penguasa Islam di Jalur Gaza, Hamas, kata wartawan.

Tak lama setelah gencatan senjata mulai berlaku pada pukul 02:00 pada Jumat (21/5/2021).

Mengakhiri 11 hari konflik mematikan, dua jurnalis di biro AFP Kota Gaza menerima pemberitahuan.

WhatsApp mengirim dalam bahasa Arab yang memberi tahu mereka bahwa akun mereka telah diblokir.

Jurnalis lain, di Jerusalem dan Tepi Barat yang diduduki serta Jalur Gaza, mengatakan akun mereka juga telah diblokir.

Baca juga: Orang Kedua Hamas Muncul di Depan Publik Gaza, Perdana Menteri Israel Apresiasi Dukungan AS

Seorang kru dari saluran berita satelit yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, mengatakan akun mereka telah dipulihkan setelah mereka mengajukan keluhan kepada pemilik WhatsApp Facebook.

Wakil Presiden Jurnalis Palestina, Tahseen Al-Astall, mengatakan sekitar 100 wartawan di Jalur Gaza telah melihat akun mereka diblokir.

Sebagai bagian penting dari pemberitaan di kedua sisi konflik, jurnalis Gaza menerima pernyataan Hamas, termasuk melalui WhatsApp.

Baca juga: Ribuan Warga AS Tuntut Palestina Merdeka, Kecam Pemerintah Dukung Israel

Meskipun kelompok pejuang Palestina telah masuk daftar hitam oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Dituduh sebagai bagian dari kelompok dan entitas yang terlibat dalam aksi teroris.

Pusat Pengembangan Media Sosial Arab mengatakan pemblokiran akun WhatsApp bukanlah insiden yang terisolasi.

Dalam sebuah laporan baru, kelompok itu, yang berbasis di kota ketiga Israel Haifa, mendokumentasikan 500 kasus.

Di mana hak digital Palestina telah dilanggar dari 6 Mei sampai 19 Mei 2021.

"Konten dan akun dihapus, dikurangi dan dibatasi, tagar disembunyikan, dan konten yang diarsipkan dihapus," kata laporan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved