Rabu, 22 April 2026

Internasional

Iran Dituduh Melecehkan dan Intimidasi Keluarga Korban Pesawat Penumpang Ukraina

Duta Besar China untuk Arab Pemerintah Iran melancarkan kampanye pelecehan terhadap keluarga korban tewas jatuhnya pesawat penumpang Ukraina oleh

Editor: M Nur Pakar
AP
Puing-puing berserakan di tempat pesawat Ukraina jatuh di Shahedshahr baratdaya ibu kota Teheran, Iran pada 8 Januari 2020. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Iran melancarkan kampanye pelecehan terhadap keluarga korban tewas jatuhnya pesawat penumpang Ukraina oleh Islamic Revolutionary Guard Corp (IRGC) pada Januari 2020.

Human Rights Watch (HRW) pada Kamis (27/5/2021) berbicara kepada 31 anggota keluarga korban.

Juga bagi mereka yang mengetahui langsung perlakuan pihak berwenang terhadap keluarga tersebut antara Oktober 2020 sampai Januari 2021.

"Badan keamanan Iran telah secara sewenang-wenang menahan, memanggil, menginterogasi dengan kejam, menyiksa, dan sebaliknya menganiaya anggota keluarga korban," kata HRW.

Badantersebut dituduh gagal mengembalikan harta milik korban kepada keluarga mereka dan mengganggu penguburan dan peringatan.

Baca juga: Rusia Mengumumkan Berakhirnya Latihan Perang di Ukraina, Seluruh Pasukan Akan Ditarik

Michael Page, Wakil Direktur Timur Tengah di Human Rights Watch, berkata:

“Pengawal revolusioner Iran membunuh 176 orang tanpa sedikitpun pertanggungjawaban."

"Sekarang badan-badan keamanan Iran menyalahgunakan anggota keluarga korban yang mengharapkan keadilan."

"Daripada mencoba mendapatkan kembali kepercayaan orang melalui penyelidikan yang transparan dan ganti rugi untuk keluarga, pihak berwenang kembali membungkam akuntabilitas."

Pihak berwenang di Iran juga telah mengintimidasi anggota keluarga korban, organisasi itu menambahkan.

Kerabat melaporkan pejabat Iran mengganggu layanan pemakaman dan peringatan dan menekan keluarga untuk menerima status kesyahidan untuk orang yang mereka cintai.

Foto dan video juga dipublikasikan di layanan tanpa izin dari keluarga almarhum.

Setidaknya 16 orang mengatakan badan keamanan Iran mengancam untuk tidak berbicara dengan media asing.

Atau mengikuti atau memanggil kerabat dan teman mereka yang pergi ke tugu peringatan dan merekam mereka yang menghadiri acara tersebut.

Baca juga: Misteri Pesawat Ukraina Dirudal Berlanjut, Penelitian Kotak Hitam Ditunda  

Beberapa anggota keluarga diinterogasi atau ditahan selama berjam-jam dan yang lainnya diperingatkan tentang konsekuensi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved