Selasa, 28 April 2026

Berita Aceh Utara

Sudah Tiga Hari, Tes Swab tak Bisa Dilakukan di RSUCM Aceh Utara, Ini Sebabnya 

 "Kita tidak bisa lakukan uji swab sehubungan cartridge sudah habis. Cartridge sudah habis sekitar tiga hari lalu. Namun kini sudah kita ajukan...

Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin. 

 "Kita tidak bisa lakukan uji swab sehubungan cartridge sudah habis. Cartridge sudah habis sekitar tiga hari lalu. Namun kini sudah kita ajukan permohonan kembali ke Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Dalam tiga hari terakhir, pihak Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara, dilaporkan  tidak bisa melakukan tes swab pada pasien yang memiiliki gejala terpapar Covid-19.

Sehingga untuk uji swab, harus dilakukan ke Rumah sakit Kesrem Lhokseumawe.

Sebagaimana diketahui, uji swab guna memastikan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak, sudah bisa dilakukan langsung di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara di Buket Rata Lhokseumawe sejak awal November 2020. 

Uji swab yang ada di RSUCM Aceh Utara menggunakan metode PCM-PCR. 

Sehingga saat sampel untuk uji swab diambil dari pasien, membutuhkan waktu sekitar enam jam untuk mendapatkan hasil.

Namun tes swab yang ada di RSUCM dikhususkan untuk pasien, tidak untuk umum.

Baca juga: Komisi B DPRD Sumut Kunker ke Lokasi Tanaman Porang dan Jernang Bireuen

Humas RSUCM Aceh Utara, Jalaluddin, Jumat (28/5/2021), membenarkan, untuk saat ini pihaknya harus mengirim sampel untuk uji swab ke RS Kesrem.

 "Kita tidak bisa lakukan uji swab sehubungan cartridge sudah habis. Cartridge sudah habis sekitar tiga hari lalu. Namun kini sudah kita ajukan permohonan kembali ke Kementerian Kesehatan," ujarnya.

Namun dipastikan dia, tidak ada kendala dalam memberi pelayanan.

"Karena pemeriksaan swab kita lakukan di RS Kesrem. Kita sudah ada kerjasama," ujarnya.

12 Nakes masih terpapar

Baca juga: Komisi B DPRD Sumut Kunjungi Lokasi Penanaman Porang dan Jernang di Bireuen

Pada bagian lain, Jalaluddin, menyebutkan, sejak Maret 2020 hingga Jumat (28/5/2021), jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Rumah Sakit Umum Cut Mutia (RSUCM) Aceh Utara yang terpapar Covid-19 mencapai 75 orang.

Dari total 75 Nakes, 63 diantaranya sudah dinyatakan sembuh.

"Jadi saat ini yang masih terpapar 12 Nakes," ujar Jalaluddin.

Sedangkan dari 12 Nakes yang masih terpapar, 11 diantaranya hanya menjalani isolasi mandiri.

"Cuma satu yang dirawat," katanya.

Sedangkan secara menyeluruh, sejak Maret 2021 hingga kini, RSUCM telah merawat 377 orang.

Dengan rincian, 63 pasien meninggal dunia, lima dirujuk ke RSUZA Banda Aceh, 16 pasien masih dirawat.

"Selebihnya telah sembuh," katanya.

Kapasitas ruang rawat pasien Covid-19

Baca juga: Pemko Lhokseumawe Tetapkan Jadwal Pembayaran Gaji 13 untuk PNS dan P3K

Jalaluddin juga menyebutkan, untuk saat ini, pihaknya memiliki 25 ruangan untuk merawat pasien Covid-19. 

Enam ruang RICU dan 19 ruang Pinere.

"Untuk di RICU, khusus bagi pasien yang kondisi secara umumnya kurang membaik sehingga butuh ventilator, serta adanya penyakit penyerta," katanya.

Jadi untuk saat ini, dari 16 pasien terpapar Covid-19 yang masih dirawat, lima diantaranya di ruang RICU.

Sedangkan 11 lainnya di ruang Pinere.

"Artinya, sekarang ini ruang RICU tersisa satu ruangan. Sedangkan untuk Pinere, dari 19 ruangan, yang terpakai baru 11. Masih ada sisa delapan ruangan lagi," pungkasnya. (*)

Baca juga: Hewan Ternak Berkeliaran Ganggu Pengguna Jalan di Pidie, Dewan Menilai Qanun Harus Direvisi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved