Breaking News:

Usia Hidup Manusia

Gunakan Tes Darah, Sebuah Studi Mengungkap Manusia Dapat Hidup Maksimal 150 Tahun

Hasil studi yang dipublikasikan secara daring 25 Mei lalu di jurnal Nature Communications ini pun mendapatkan komentar dari beberapa pihak...

Editor: Eddy Fitriadi
WeChat/Dailymail
ILUSTRASI - Almihan Seyiti merayakan ulang tahun ke 134 pada Kamis (25/6/2020) di kota kelahirannya di dekat Kashgar di Xinjiang, Uighur, China. 

Berdasarkan tren dalam data tersebut, para peneliti menemukan, bahwa antara 120 dan 150 tahun, ketahanan tubuh akan sepenuhnya berhenti.

Itu artinya, tubuh manusia akan kehilangan kemampuannya untuk pulih dari stres seperti penyakit dan cedera, yang mengakibatkan kematian.

Namun jika terapi dikembangkan untuk memperpanjang ketahanan tubuh, peneliti berpendapat, terapi tersebut memungkinkan manusia untuk hidup lebih lama dan lebih sehat.

Hasil studi yang dipublikasikan secara daring 25 Mei lalu di jurnal Nature Communications ini pun mendapatkan komentar dari beberapa pihak, salah satunya dari Judith Campisi, profesor di Institut Buck untuk Riset Penuaan di Novato, California yang tak terlibat dalam penelitian.

Menurutnya, meski penelitian menunjukkan bahwa manusia dapat hidup hingga 150 tahun, angka itu tidak menjelaskan apa-apa tentang kualitas hidup di usia tua, kata Campisi.

Padahal dalam beberapa tahun terakhir, banyak ilmuwan merujuk pada jumlah tahun sehat dalam kehidupan seseorang sebagai rentang kesehatan mereka.

"Itu memiliki implikasi kemasyarakatan yang sangat besar, jauh melebihi masa hidup maksimum," kata Campisi.

Sebab kesehatan di masa tua tidak hanya berdampak pada kehidupan seseorang, tetapi juga dapat menimbulkan biaya yang sangat besar antara lain dalam hal waktu, uang, dan sumber daya medis.

Jika ada cara untuk meningkatkan ketahanan di usia tua, itu tidak hanya akan meningkatkan masa hidup manusia, tetapi juga rentang kesehatan, karena orangtua akan lebih mudah pulih dari penyakit dan cedera.

Selain itu rentang hidup manusia juga sangat bervariasi, sehingga membuat Campisi mempertanyakan apakah jenis data ini dapat digeneralisasikan.

Kumpulan data yang digunakan dalam penelitian tersebut, meskipun ekstensif hanya berasal dari beberapa negara.

Sementara masih ada faktor yang tak terhitung jumlahnya, dari pendapatan hingga makanan, yang mungkin memengaruhi berapa lama seseorang hidup.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Studi Sebut Batas Usia Manusia Maksimal 150 Tahun"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved