Breaking News:

Internasional

Rusia Bangun Pangkalan Angkatan Laut, Sudan Nilai Berbahaya, Harus Ditinjau Ulang

Pemerintah Sudan akan segera menyetujui pembangunan Pangkalan Angkatan Laut Rusia. Tetapi, Sudan sedang meninjau kesepakatan yang dinegosiasikan oleh

Editor: M Nur Pakar
AFP
Mantan Presiden Sudan, Omar al-Bashir saling bertukar cendera mata dengan pejabat militer Rusia 

SERAMBINEWS.COM, KHARTOUM - Pemerintah Sudan akan segera menyetujui pembangunan Pangkalan Angkatan Laut Rusia.

Tetapi, Sudan sedang meninjau kesepakatan yang dinegosiasikan oleh orang kuatnya yang digulingkan bersama Rusia.

Sehingga, memungkinkan pembangunan Pangkalan AL Rusia.

Setelah beberapa klausul ditemukan yang dinilai berbahaya, kata seorang pejabat tinggi militer.

Dilansir AFP, Rabu (2/6/2021), selama beberapa dekade, Sudan secara militer bergantung pada Rusia.

Karena sanksi yang melumpuhkan yang dijatuhkan oleh Washington terhadap pemerintah presiden yang digulingkan Omar Al-Bashir.

Baca juga: Pengadilan Sudan Hukum Mati Seorang Perwira, Terbukti Membunuh Demonstran pada 2019

Tetapi sejak penggulingannya pada 2019, Sudan telah bergerak lebih dekat ke Amerika Serikat yang menghapus Khartoum dari daftar hitamnya yang melumpuhkan tahun lalu.

"Kesepakatan ini ditandatangani di bawah mantan Pemerintah Keselamatan Nasional," kata Kepala Staf Angkatan Bersenjata Sudan, Jenderal Mohamed Othman Al-Hussein.

Dia mengatakan pembicaraan untuk meninjau kesepakatan untuk melayani kepentingan Sudan telah diadakan dengan delegasi Rusia yang berkunjung pekan lalu.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pembicaraan dengan Bashir pada 2017 tentang pendirian pangkalan Angkatan Laut di Port Sudan, pantai Laut Merah Sudan.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved