Breaking News:

Berita Subulussalam

BKSDA Aceh Imbau Warga Tidak Menangkap, Meracun dan Perdagangkan Satwa Dilindungi

BKSDA Aceh mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar orangutan Sumatera dengan cara tidak merusak hutan.

Penulis: Khalidin | Editor: Taufik Hidayat
Serambinews.com
Satu individu orangutan sumatera (Pongo abelii) yang selama ini berkeliaran di permukiman penduduk Desa Jabi-Jabi Barat, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam diamankan Polsek Sultan Daulat kini telah diserahkan kepada pihak BKSDA Subulussalam 

Disamping itu, beberapa aktivitas tersebut juga dapat menyebabkan konflik satwa liar khususnya orangutan Sumatera dengan manusia.

Seperti diberitakan aparat kepolisian sektor Sultan Daulat, Kota Subulussalam berhasil mengamankan satu individu orangutan sumatera (Pongo abelii) yang selama ini berkeliaran di permukiman penduduk Desa Jabi-Jabi Barat.

“Orangutan itu diamankan untuk menyelamatkan dari buruan orang tidak bertanggungjawab,” kata Kapolres Subulussalam, AKBP Qori Wicaksono, SIK kepada Serambinews.com, Kamis (3/6/2021).

Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono mengatakan bahwa keberadaan orangutan di permukiman penduduk mulai termonitor sejak Minggu (30/5/2021) lalu.

Satwa dilindungi itu termonitar berkeliaran di permukiman penduduk  Desa Jabi-Jabi Barat Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Hal itu setelah kepolisian mendapat informasi dari masyarakat sekitar pukul 15.10 WIB. Atas informasi ini personel piket Polsek Sultan Daulat langsung mendatangi lokasi yang disampaikan masyarakat.

Setiba di lokasi, polisi memang menemukan keberadaan orangutan dalam keadaan sehat diperkirakan terlantar akibat terpisah dari induknya.

Selama ini, keberadaan orangutan menjadi tontonan warga dan hiburan bagi anak-anak Desa setempat, lalu beberapa masyarakat menginformasikan ke Polsek Sultan Daulat.

Guna menghindari hal-hal tak diingin atau buruan pemburu, polisi pun mengamankan orangutan ke Mapolsek Sultan Daulat.

“Petugas kita mengamankan karena khawatir keselamatan orangutan yang selama ini menjadi tontonan masyarakat terutama anak-anak karena masih kecil,” terang AKBP Qori.

Baca juga: VIRAL Pengunjung dan Pemilik Rumah Makan Berkelahi, Gara-gara Pesan Sate untuk Anak dari Luar

Baca juga: Awas Penipuan! BKPSDM Aceh Singkil Ingatkan PNS tak Percaya Calo Kenaikan Pangkat

Baca juga: UTU Gelontorkan Insentif 1 Miliar untuk Kompetisi Kampus Merdeka Antarprogram Studi

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved