Breaking News:

Eks Menteri Sosial Juliari Potong Fee Bansos, Digunakan untuk Sewa Jet dan Tes Swab

Pungutan Rp 1.000 sebagai fee operasional para pejabat Kemensos, termasuk biaya penyewaan pesawat jet, biaya swab test para pejabat.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Sosial Juliari P Batubara mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Minggu (6/12/2020). KPK resmi menahan Juliari P Batubara atas dugaan menerima suap terkait pengadaan bantuan sosial penanganan COVID-19 di Kementerian Sosial usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat Kemensos. 

JAKARTA - Eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial, Matheus Joko Santoso mengungkap pungutan fee bansos Covid-19 dari setiap vendor yang sesungguhnya adalah Rp 11 ribu untuk per paketnya.

Rinciannya, pungutan Rp10.000 khusus untuk jatah Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Sementara pungutan Rp1.000 diperuntukan sebagai fee operasional para pejabat Kemensos, termasuk biaya penyewaan pesawat jet, biaya swab test para pejabat kemensos, hingga pembuatan seragam.

Hal ini diungkap oleh Matheus saat bersaksi dalam sidang kasus korupsi bansos Covid-19 tahun 2020 untuk terdakwa Juliari, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/6/2021).

"Secara umum kami diperintahkan bayar biaya-biaya operasional Pak Juliari, tim, dan kegiatan pak. Seperti membayar sewa jet, kemudian ada juga hal kecil lainnya membayar swab, dan membuat seragam untuk ajudan Pak Eko Budi Santoso," ungkap Matheus di persidangan.

Baca juga: 2 Hacker Indonesia Palsukan Situs Bansos Covid-19 Amerika Serikat, Berhasil Curi Rp 875 Milyar

Baca juga: Mensos Risma Ungkap Keanehan Data Penerima Bansos, Ada yang Lahir Tahun 2060 Hingga Namanya THR

Baca juga: Ternyata Pegawai KPK tak Lolos TKW Sedang Tangani Korupsi Bansos dan KKP yang Jerat 2 Menteri

Terungkap pula dalam persidangan, Juliari menargetkan pungutan fee terkumpul sebesar Rp35 miliar. Dari target tersebut, realisasi yang telah diserahkan ke Juliari sebesar Rp11,2 miliar alias kurang Rp24 miliar. Sedangkan fee operasional Rp1.000, terkumpul Rp4,8 miliar. Sisanya Rp2,9 miliar masih disimpan Matheus.

"Untuk fee yang diserahkan kepada Pak Juliari sebanyak lima kali sejumlah Rp 11,2 miliar. Ada sisa fee sebanyak Rp 2,815 miliar masih saya simpan di koper. Untuk fee operasional disampaikan Rp 4,825 miliar dan ada sisa Rp 2,9 miliar saya simpan," tuturnya.

Dalam perkara ini, Juliari Peter Batubara didakwa menerima suap senilai Rp32,4 miliar dalam proyek pengadaan bansos Covid-19 se-Jabodetabek Tahun 2020. Suap itu diterima melalui dua anak buahnya.

Berdasarkan dakwaan, Juliari menerima suap melalui eks Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso sebesar Rp1,280 miliar dari pihak swasta bernama Harry Van Sidabukke.

Kemudian, Juliari juga menerima uang dari senilai Rp 1,950 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama Ardian Iskandar Maddanatja.

Baca juga: Terima Rp 150 Juta, Cita Citata Diperiksa KPK atas Kasus Bansos, Mengaku tak Kenal Juliari Batubara

Baca juga: Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Aceh: WHO Rekomendasikan Vaksin Sinovac

Baca juga: Tersandung Korupsi Bantuan Rumah, Eks Staf Ahli Bupati Aceh Singkil Divonis 1,2 Tahun Penjara

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved