Breaking News:

PON Papua 2021

Bersamaan dengan Pilkada Serentak 2024, Aceh-Sumut Upayakan PON Diundur 2025

Keputusan lainnya juga menyebutkan, atlet Aceh dan Sumut lolos untuk semua cabor yang dipertandingkan, tanpa harus mengikuti Prakualifikasi PON.

Editor: Imran Thayib
DOK KONI ACEH
Delegasi KONI Aceh dipimpin Wakil Ketua, Rayuan Sukma (dua dari kanan), Sekretaris Umum, M Nasir Syamaun (paling kanan) dan Ketua Umum KONI Sumut, John Ismadi Lubis (dua dari kiri) pada Rakor dilaksanakanĀ  Sekretariah Bersama (Sekber) PON XXI di Kantor KONI Sumatera Utara di Medan, Sabtu (5/6/2021). 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - KONI Aceh dan KONI Sumatera Utara mengadakan rapat evaluasi cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan pada PON XXI tahun 2024.

Dari hasil rapat tersebut, ada beberapa butir keputusan yang disepakati oleh Aceh dan Sumut.

Informasi itu diungkapkan Sekum KONI Aceh, M Nasir SIP MPA kepada Serambinews, Selasa (8/6/2021).

“Selain membahas cabor yang direcanakan dipertandingkan, rapat yang sudah berlangsung Sabtu lalu, 5 Juni 2021 di Medan juga membahas persiapan koordinasi dengan Kemeporan RI dan KONI Pusat,” kata M Nasir.

Ada beberapa poin kesepakatan seperti tertera dalam hasil Rapat Sekretariat bersama (Sekber) PON XXI tahun 2024 Aceh-Sumut, yang ditandantangi oleh masing-masing pimpinan KONI.

Dari Aceh, kesepatan tersebut ditandatangai oleh Wakil Ketua III, H Teuku Rayuan Sukma.

Sementara dari Sumut ditandatangani oleh Ketua Umum Jhon Ismady Lubis.

“Menyikapi perkembangan keberadaan cabor saat ini, pertemuan tersebut merevisi cabang yang dipertandingkan di PON XX Tahun 2024. Hal itu sesuai keputusan hasil rapat koordinasi 25 September 2020 di Banda Aceh sebanyak 65 cabor,” terang M Nasir.

Baca juga: Pak Guru SMA Tewas Dibunuh Pacar Sesama Jenis, Pelaku Cemburu Korban Ada Pria dan Tergiur Mobil Baru

Baca juga: Polisi Ringkus Dua Pengedar Narkoba di Areal Tambak, Sita Barang Bukti Sabu 1,3 Kg dari Rumah Bandar

Baca juga: Rincian Formasi CPNS Tenaga Kesehatan Pemkab Pidie Jaya, Lulusan D3 Keperawatan Banyak Dibutuhkan

Baca juga: Pemimpin Junta Militer Myanmar Tetap Abaikan Seruan Dunia, Aung San Suu Kyi Akan Diadili Pekan Depan

Keputusan lainnya juga menyebutkan, atlet Aceh dan Sumut lolos untuk semua cabor yang dipertandingkan, tanpa harus mengikuti Prakualifikasi PON.

Kemudian, untuk cabor yang baru menjadi anggota KONI dan tidak melaksanakan eksebisi pada PON XX tahun 2021 di Papua, tidak akan dipertandingkan di XXI Aceh-Sumut.

Namun, khusus untuk cabor Esport, Pentathlon dan Paramotor yang belum terdaftar di 65 cabang, akan dipertimbangkan untuk dipertandingkan di PON Aceh-Sumut.

“Mengingat tahun 2024 Pemilu dan Pilkada serentak dilaksanakan, maka pelaksanaan PON XXI tahun 2024 Aceh-Sumut diupayakan diundur menjadi tahun 2025,” kata M Nasir menyebutkan poin kesepakatan lainnya.

Selain itu, rapat juga menyepakati, dalam upaya menjaga netralitas maka Technical Delegate yang ditunjuk oleh PB cabor untuk bertugas di PON XXI Aceh-Sumut, tidak boleh merupakan personil yang duduk sebagai pimpinan atau pengurus harian KONI Provinsi.

“Rapat juga menyepakati untuk perlu dilakukan koordinasi lebih lanjut dengan KONI Pusat untuk menyusun komposisi atau struktur kepengurusan PB PON XXI Aceh-Sumut,” pungkasnya.

Adapun 32 cabor yang dipertandingkan di Aceh yakni aerosport, anggar, arung jeram, angkat berat, angkat besi, binaraga, berkuda, bola basket, bridge, bola tangan, dayung, golf, dan judo.

Kemudian, kempo, layar, menembak, muaythai, panjat tebing, panahan, rugby, softball, selam, sepak takraw, sepakbola, sepatu roda, soft tenis, tarung derajat, tenis lapangan, woodball, kurash, hapkido, dan triathlon.

Sementara 32 cabang yang dipertandingkan di Sumatera Utara yaitu atletik, akuatik, balap sepeda, bulutangkis, bermotor, biliar, bola voli, bowling, barongsai, catur, kritket, drumband, gulat, dan hoki.

Berikutnya, karate, kabaddi, pencak silat, senam, pentaque, senam, ski air, squash, taekwondo, tenis meja, tinju, wushu, futsal, gateball, sambo, kick boxing, ju jitsu, dance sport, dan berkuda (disiplin equistrian).

Usulan 64 cabor yang akan dipertandingkan di PON Aceh-Sumut 2024, tentu saja menyisihkan PON 2020 di Papua.

Pasalnya, di perhelatan pesta empat tahunan di Indonesia Timur hanya mempertandingkan 37 cabang olahraga.

Baca juga: Pasutri Ditembak Orang Tak Dikenal, Korban Anggota TNI Aktif, Peluru Tembus Paha Sang Istri

Baca juga: Senat Tetapkan Tiga Calon Rektor Unsam Langsa Periode 2021-2025

Baca juga: Ketua Umum PDIP Megawati Punya Harta Kekayaan Rp 215 Miliar, 29 Bidang Tanah, 15 Kendaraan

Baca juga: Arya Saloka Sembunyikan Anak-Istri dari Publik, Buntut Penggila Ikatan Cinta, Ada Apa?

Atlet Pelatda Aceh Jalani Vaksinasi

Ratusan atlet dan pelatih Aceh yang dipersiapkan ke arena Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua menjalani vaksinasi Covid-19.

Kegiatan itu berlangsung di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Selasa (30/30/2021) pagi.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah menjalani vaksin dosis tahap pertama,” ungkap Ketua Harian KONI Aceh, H Kamaruddin Abu Bakar kepada Serambinews, Selasa (30/3/2021).

Menurut Abu Razak—sapaan akrab Kamaruddin Abu Bakar—vaksinasi yang dijalani oleh seluruh komponen KONI Aceh merupakan bagian dari menjalankan imbauan pemerintah dalam upaya mencegah penularan, dan penyebaran pandemi Covid-19.

Selain itu, sebagai atlet, pelatih dan oficial yang rencananya akan menuju PON Papua di penghujung tahun 2021 ini, vaksinasi Covid-19 merupakan upaya wajib yang harus dilakukan.

Hal itu sesuai dengan arahan Ketua Umum KONI Pusat, dan PB PON Papua.

“Kontingen Aceh yang akan berangkat ke PON Papua terdiri dari 125 atlet, 45 pelatih asal Aceh, delapan pelatih nasional, satu pelatih asing, 12 orang mekanik, dan tujuh oficial,” kata Abu Razak.

Selain itu, vaksinasi tersebut juga diikuti pengurus KONI dan staf Sekretariat KONI Aceh.

“Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, Ketua KONI Pusat, dan PB PON Papua, peserta PON tetap dilaksanakan dari 2 hingga 15 Oktober 2021, dengan syarat semua atlet, pelatih, oficial, panitia dan semua yang terlibat pelaksanaan PON harus sudah divaksin,” tegas mantan Ketua Umum Pertina Aceh.

Seperti diketahui, saat ini sejumlah provinsi di Indonesia yang atlet dan pelatihnya sudah menjalani suntik vaksin Covid-19, yaitu Jawa Timur, Banten, Kalimantan Barat, dan Aceh.

“Setelah vaksin tahap pertama, sesuai mekanisme yang telah diatur oleh pemerintah, nantinya KONI Aceh juga akan menjalani vaksinasi tahap dua,” pungkas Abu Razak.(*)

Baca juga: VIDEO Pasar Al Mahirah Banda Aceh Fokus Sempurnakan Fasilitas, Wajah Baru Peunayong di Lamdingin

Baca juga: VIDEO Rekaman Sekelompok Pemuda SelamatkanTemannya yang Terjebak Arus Deras di Air Terjun Wera

Baca juga: VIDEO Heboh Penemuan Mayat Wanita Muda Di Lereng Gunung Salak Aceh Utara, Diduga Korban Pembunuhan

Baca juga: VIDEO Penagih Hutang Datang ke Rumah Menagih Hutang Anak pada Ibu, Ternyata Ada Aksi Lain Dibaliknya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved