Breaking News:

Berita Pidie Jaya

DPRK Aceh Barat Studi Banding ke Pidie Jaya

DPRK Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (8/6/2021) melakukan kunjungan study banding ke Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pidie Jaya (Pijay)

Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/IDRIS ISMAIL
Asisten III Setsakab Pijay, Said Abdullah SH MKM (empat kanan) menyerahkan kenangan Alat Pelindung Diri (APD) kepada wakil rombongan DPRK Meulaboh, Aceh Barat, H Tarmizi (lima kiri) dalam kunjungan Studi Banding ke tim Satgas Covid-19 Pijay, Selasa (8/6/2021) di gedung Tgk Chik Pante Geulima. 

Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (8/6/2021) melakukan kunjungan studi banding ke Tim Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Pidie Jaya (Pijay) yang berlangsung di Gedung Tgk Chik Pante Geulima atau Taher Fondation. 

Dalam kunjungan tersebut tim rombongan DPRK  Meulaboh  turut dihadiri oleh Mawardi dari Komisi II  selaku politisi partai Demokrat, dan H Tarmizi dari  Komisi IV selaku politisi Partai Aceh (PA).

Kemudian Samsul Rizal dari Komisi II selaku politisi partai Gerindra serta Masrizal SSI dari Komisi IV selaku politisi PKS serta Nurdin di Komisi III dari politisi partai Demokrat.

Baca juga: 3.606 ASN Pidie Jaya Divaksin, yang Menolak Siap-siap Kena Sanksi

Sementara dari tim Satgas Covid-19 Pijay langsung di pimpin oleh Asisten III Setdakab, Said Abdullah SH MKM, Jubir Satgas Covid-19 Eddy Azwar SKM MKes, Plt BPBD, Okta Handipa ST MArc.  

"Yang menjadi catatan penting dalam kunjungan study banding dengan dewan Aceh Barat ini kami sampaikan bahwa dalam penanganan dan pengelolaan dana kemanusian untuk  Covid-19 ini lebih mengedepankan koordinasi dan komunikasi dengan lintas sektor.

Baik  dengan pihak TNI/Polri serta unsur Forkompinda hingga ke tingkat paling bawah yaitu gampong-gampong,"sebut Asisten III, Setdakab Pijay, Said Abdullah SH MKM yang turut dibenarkan Jubir Satgas, Eddy Azwar SKM MKes dan Plt kepala BPBD, Okta Handipa ST MArch kepada Serambinews.com, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Sebelum Meninggal Dunia, Santri Asal Aceh Tamiang Sempat Bercerita Penganiayaan dan Ingin Pindah

Selain itu juga dalam pengelolaan dana Covid-19 di Pijay dengan jumlah dana Rp 1,5 Miliar yang di ditempatkan di BPBD.

Sehingga semua pihak terkait baik Dinas Kesehatan, TNI/Polri serta SKPK lainnya seperti Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP) dapat mengusulkan dana kebutuhan yang diperlukan.

Terutama dalam menyikapi berbagai kondisi dan kondisi dalam menyikapi pemulihan wabah Covid-19 ditengah publik. 

Pengelolaan manajemen vaksinasi massal bagi segenap ASN, Pelayan publik warga Lanjut Usia (Lansia) menjadi sasaran fokus utama dalam menyukeskan program vaksinasi secara nasional dengan limit waktu hingga satu atau dua pekan kedepan dapat tuntas secara menyeluruh.

"Ini menjadi target kebersamaan kami dalam memberikan pelayanan maksimal terutama bagi masyarakat dan ASN," jelasnya.

Baca juga: Harga Emas di Banda Aceh Masih Stabil, Penjualan Turun Drastis

Ketua rombongan DPRK Meulaboh, Masrizal SSI secara terpisah kepada Serambinews.com, Selasa (8/6/2021) mengatakan, dari berbagai masukan ini menjadi hal terpenting dalam pengelolaan dana Covid-19 di Aceh Barat.

"ini menjadi masukan 'Emas' bagi kami sehingga pengelolaan dana Covid-19 di Meulaboh sebesar Rp 4 Miliar yang dikelola saat ini dapat mengakomodir seluruh kebutuhan hajat hidup warga selama wabah pandemi Covid-19.

Tentunya dengan mengedepan komunikasi dan koordinasi dengan semua lintas sektor, secara transparan sehingga tidak membias pada ranah konflik interen," ungkapnya. (*)

Baca juga: Tarik Motor yang Nunggak, Debt Collector Tewas Dikeroyok Akibat Diteriaki Begal oleh Debitur

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved