Breaking News:

Berita Kutaraja

Kritisi Pembatasan Jam Malam Warkop, Jubir KPA: Memang Corona Ada Pada Malam Saja?

"Ditambah lagi dengan aturan tersebut, imbasnya ya ekonomi Aceh makin hancur," kata Azhari Cagee, Minggu (13/6/2021).

Penulis: Subur Dani | Editor: Saifullah
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Azhari Cagee 

Laporan Subur Dani  | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Juru Bicara Komite Peralihan Aceh atau KPA, Azhari Cagee meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota tidak hanya mengeluarkan Pergub atau perbup dan perwal tentang protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19.

Pemerintah juga diminta untuk memperhatikan imbas yang timbul terhadap perekonomian rakyat karena berbagai kebijakan yang dikeluarkan selama ini yang berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Selama ini, kata dia, tidak ada Protkes saja, pengangguran dan kemiskinan di Aceh sangat memprihatinkan.

"Ditambah lagi dengan aturan tersebut, imbasnya ya ekonomi Aceh makin hancur," kata Azhari Cagee, Minggu (13/6/2021).

Sebab itu, mantan Ketua Komisi I DPRA ini mengkritisi Perwal Kota Banda Aceh terkait pembatasan jam malam warung kopi (warkop) yang hanya boleh buka hingga pukul 23.00 WIB.

Baca juga: Masyarakat Kawasan Meulaboh Mulai Patuhi Batas Waktu Jam Malam

Baca juga: Polres Aceh Utara Tembak Tersangka Kasus Sabu di Kakinya, Berusaha Kabur dan Melawan Saat Ditangkap

Baca juga: Asyik Nyabu di Rumah Kosong, Dua Pria Ini Tersentak Saat Didatangi Polisi

"Memangnya corona malam saja ada? Saya heran dengan aturan tersebut padahal belum ada sebuah penelitian ilmiah pun yang menyatakan Virus Corona hanya menyebar tengah malam atau lepas jam 22.00 WIB," katanya.

Menurut politisi Partai Aceh tersebut, lebih baik aturannya adalah mengatur jumlah pengunjung ke tiap-tiap warkop.

Yaitu membatasi orang dan memperketat Protkes seperti jaga jarak dan memakai masker.

"Misalnya satu meja dua orang saja jadi. Aturan jam malam ini banyak pengusaha warkop yang mengeluh dan pedagang lainnya, karena imbasnya terhadap omzet penjualan yang rata-rata menurun drastis," sebutnya.

Karena, lanjut Azhari Cagee, masyarakat Aceh lebih sering menggunakan waktu malam hari untuk santai dan berkumpul sambil menikmati secangkir kopi sambil bersilaturahmi.

Baca juga: Pasien Covid-19 yang Meninggal Bertambah 14 orang, Ini Total Kasus di Aceh

Baca juga: Nurzahri jadi Juru Bicara Partai Aceh: Akun Facebooknya Dialihkan Jadi Corong Partai

Baca juga: Ledakan Pipa Gas di Tengah Pasar Tewaskan 12 Pengunjung dan Lukai Ratusan Orang

"Maka kita minta aturan ini dikaji ulang dan kalau pun dilanjut harus ada solusinya yaitu misalnya Pemerintah Aceh/pemkab/pemkot memberikan intensif terhadap pedagang-pedagang tersebut yang terkena imbas dari aturan," pintanya.

Terakhir, Azhari Cagee juga meminta Satgas Covid-19 dalam menegakkan aturan tersebut dengan cara santun.

"Kita minta Satgas Covid-19 juga memperhatikan hak-hak sipil masyarakat," demikian Jubir KPA, Azhari Cagee.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved