Breaking News:

Berita Kutaraja

Tak Perlu Beli TV Baru, Ini Cara Migrasi dari TV Analog ke TV Digital, Siaran Analog Akan Dihentikan

Dikatakan Niken, untuk Provinsi Aceh terbagi menjadi 14 wilayah siaran dari 14 wilayah layanan siaran 4.

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Saifullah
Foto: Kominfo.go.id
Kominfo RI 

Laporan Mawaddatul Husna |Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Staf Khusus Kemkominfo, Dra Rosarita Niken Widiastuti MSi mengatakan, dalam waktu dekat ini akan dilakukan penghentian siaran TV Analog di beberapa wilayah yang akan dimulai pada 17 Agustus 2021.

Daerah layanan yang termasuk dalam tahap 1 adalah Aceh-1 (Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh), Kepulauan Riau-1 (Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, serta Kota Tanjung Pinang), dan Banten-1 (Kabupaten Serang, Kota Cilegon dan Kota Serang).

Kemudian, Kalimantan Timur–1 (Kabupaten Kutai Kartanegara, Kota Samarinda serta kota Bontang), Kalimantan Utara -1 (Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan), dan yang terakhir  Kalimantan Utara-3 yaitu Kabupaten Nunukan.

Hal tersebut disampaikan Niken dalam sambutannya pada kegiatan “Pertunjukan Virtual Kesenian Daerah – Bersiap Digital Sambut Tahap Satu Migrasi TV Digital dari Aceh” yang dilaksanakan oleh Kementerian Kominfo bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh serta Komisi Penyiaran Indonesia Aceh, secara virtual dari Aula Dinas Kominfo dan Persandian Aceh, Sabtu (12 /6/2021).

Dikatakan Niken, untuk Provinsi Aceh terbagi menjadi 14 wilayah siaran dari 14 wilayah layanan siaran 4.

Baca juga: Alhamdulillah, Pasien Positif Covid-19 di RSUD SIM Nagan Raya Turun, Ini Jumlah Dirawat Saat Ini

Baca juga: Ini Rincian Jumlah Peserta di Unimal yang Lulus SBMPTN, Tak Lulus, Masih Berkesempatan via Mandiri 

Baca juga: Netanyahu Siap Rusak Hubungan Israel-AS, Pemerintahan Baru Dipastikan Dapat Tekanan

Di antaranya telah dijdwalkan untuk penghentian siaran TV Aanalog, yaitu Banda Aceh dan Aceh Besar termasuk sebagai daerah tahap pertama pada 17 Agustus akan dilakukan migrasi atau alih siaran dari TV Analog ke TV digital.

“Setidaknya ada beberapa alasan kenapa siaran Analog diganti ke digital, pertama karena hal ini merupakan tindak lanjut dr UU Cipta Kerja,” ujarnya.

“Kedua, untuk mengatur kembali frekuensi radio yang semula frekuensi digunakan unt TV memang membutuhkan frekuensi yang sangat besar sehingga kebutuhan internet sangat kurang,” urai dia.

Sehingga pemerintah menindaklanjuti ini dibuat untuk peralihan dari analog ke digital, sehingga frekuensi yang tersisa dapat membuat kecepatan internet kita menjadi lebih tinggi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi Dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf BHSc MA menyampaikan kegiatan pertunjukan rakyat ini adalah salah satu bentuk sosialisasi terhadap kesiapan melalui dukungan dan partisipasi bersama Kemenkominfo.

Baca juga: Dokter RSUD dr Zubir Mahmud Sukses Operasi Perdana Pasien Hamil Positif Covid-19

Baca juga: Seorang Kabag di Setdakab Nagan Raya Terkonfirmasi Positif Covid-19, 30 PNS dan THL Diswab Dadakan

Baca juga: PKS Banda Aceh Silaturahmi ke Demokrat, Singgung Soal Koalisi dalam Pemilihan Wali Kota Tahun 2024

 “Pertunjukan seni mengandung pesan-pesan moral kepada masyarakat luas, khususnya masyarakat Aceh dengan bahasa aceh yang khas dengan cara penyampaian yang mudah dimengerti dan dipahami oleh masyarakat,” sebutnya.

Dikatakan dia, masyarakat tidak perlu khawatir akan adanya perpindahan alih teknologi dari analog menjadi digital.

Karena dengan beralihnya siaran televisi analog ke digital, maka dipastikan rakyat akan menikmati siaran televisi yang lebib bersih gambarnya, jernih suaranya, dan canggih teknologinya.

“Tidak perlu membeli televisi baru untuk mendapatkan tayangan televisi digital hanya tinggal menambahkan decoder atau set top box pada TV lama, tidak perlu membeli atau mengganti unit televisi dan antena yang baru,” kata Marwan Nusuf.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved