Breaking News:

Kajian Islam

Suami Istri Adalah Muhrim, Apakah Batal Wudhunya Jika Bersentuhan Kulit? Simak Kata UAS & Buya Yahya

Namun, muhrim yang dimaksud itu berbeda dengan status muhrim dalam hubungan keluarga (nasab). Begitupun dengan muhrim yang dimaksud dalam sebuah ajar

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Safriadi Syahbuddin
KLOASE SERAMBINEWS.COM
Suami Istri Adalah Muhrim, Apakah Batal Wudhunya Jika Bersentuhan Kulit? Simak Kata UAS & Buya Yahya. 

SERAMBINEWS.COM - Antara pria dan wanita yang sudah resmi menikah, maka telah menjadi pasangan muhrim dengan status suami istri.

Akan tetapi, ada satu pertanyaan selama ini yang mungkin masih membuat banyak orang ragu.

Yaitu soal batal atau tidaknya wudhu jika bersentuhan kulit dengan suami atau istri.

Pada umumnya, banyak masyarakat di Indonesia yang memegang pendapat bahwa batal wudhu jika bersentuhan dengan suami atau istri.

Akan tetapi, disamping itu ada juga pendapat lain yang menyatakan sebaliknya, bahwa tak batal wudhu jika bersentuhan antara suami dengan istri.

Lalu, bagaimanakah hukum yang sebenarnya?

Suami istri yang sudah muhrim jika bersentuhan kulit setelah wudhu, batalkan wudhunya atau tidak?

Baca juga: Luar Biasanya Manfaat Wudhu,Termasuk Ibadah yang Bisa Hapus Dosa,Kata Guru Besar Fiqih UIN Ar Raniry

Persoalan ini sebenarnya sudah pernah dibahas oleh Dai Kondang Ustadz Abdul Somad alias UAS dan Buya Yahya.

Video kajian soal batal atau tidak wudhu jika suami istri bersentuhan kulit yang dibahas oleh kedua pendakwah nasional itu juga sudah banyak tersebar, seperti di YouTube.

Berikut adalah penjelasan UAS dan Buya Yahya yang dirangkum Serambinews.com dari berbagai sumber.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved