Breaking News:

Internasional

Jaksa Israel Dakwa Seorang Polisi Perbatasan, Membunuh Pria Palestina Autis Secara Sembrono

Jaksa Israel pada Kamis (17/6/2021) mendakwa petugas polisi perbatasan, membunuh secara sembrono pria Palestina autis di Kota Tua Jerusalem tahun lalu

Editor: M Nur Pakar
AP/File
Rana, ibunda Eyad Hallaq, memegang fotonya di rumah mereka di Jerusalem. 

Dalam dakwaan yang diajukan Kamis, jaksa menggambarkan bagaimana terdakwa menembak Hallaq di perut.

Ketika punggungnya menempel ke dinding di sudut.

kKemudian menembaknya untuk kedua kalinya di dada.

Sementara Hallaq tergeletak di tanah dalam keadaan terluka.

Dalam sebuah pernyataan pengacara keluarga menyebut dakwaan itu sebagai langkah penting.

Tetapi mengatakan tuduhan pembunuhan sembrono tidak cukup untuk mencapai bahkan sebagian kecil dari keadilan untuk kematian Eyad.

Mereka mengkritik jaksa atas apa yang mereka sebut upaya untuk menghindari prosedur hukum yang tepat untuk melindungi polisi kriminal"

Dalam kasus serangan terhadap pasukan keamanan Israel, polisi sering kali dengan cepat merilis rekaman kamera keamanan ke publik.

Palestina dan kelompok hak asasi manusia mengatakan Israel memiliki catatan buruk dalam menuntut kasus kekerasan polisi terhadap warga Palestina.

Baca juga: Kaum Nasionalis Yahudi Buat Ulah di Jerusalem Timur, Warga Palestina Geram

Ayman Odeh, kepala Daftar Gabungan partai-partai Arab di parlemen Israel, menanggapi di Twitter.

Dia menyebut dakwaan pembunuhan sembrono sebagai tuduhan yang menyebalkan dan merendahkan.

Penembakan Hallaq membuat perbandingan dengan kematian George Floyd di AS.

Memicu serangkaian demonstrasi menentang kekerasan polisi.

Keributan melintasi garis Israel-Palestina dan menarik pengunjuk rasa Yahudi juga.

Para pemimpin Israel menyatakan penyesalan atas penembakan itu.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved