Breaking News:

Sudah Diresmikan Jokowi Berbulan-bulan Lalu, Pos Batas Negara RI-Papua Nugini Belum Dialiri Listrik

Lampu penerangan pos yang terletak di perbatasan Republik Indonesia (RI)-Papua Nugini tak ada satupun yang menyala.

Editor: Amirullah
Tribun-Papua/Calvin Erari
Tak dialiri listri, pos perbatasan RI-Papua Nugini yang sudah berbulan-bulan tampak gelap 

Dampak lain dari matinya listrikndi PLBM Skouw, pengamanan di komplek tersebut tidak maksimal.

Penjaga keamanan tidak bekerja 24 jam. Ilham dan Ramadan, dua sekuriti yang ditemui Tribun-Papua.com, mengaku aplusan piket tidak berjalan baik.

Mestinya petugas keamanan bekerja 24 jam dalam tiga shift, yang jaga malam biasanya tidak pernah berjaga selewat pukul 24.00 WIT.

"Pulangnya tidak tentu, kadang ya pukul 20.00 atau 21.00 sudah kosong. Kita juga tidak dilengkapi peralatan keselamatan yang memadai, sementara ini tugas di perbatasan," kata keduanya saling menguatkan.

Ketiadaan listrik membuat segala aktivitas di PLBN Skouw berlangsung tidak normal. Secara formal, pos lintas batas itu ditutup sejak pandemi Covid-19.

Pihak RI mengikuti kebijakan Papua Nugini yang menutup perbatasannya tahun lalu, guna menyekat persebaran virus Corona dari wilayah Indonesia.

Hingga Jumat, 18 Juni 2021, belum ada kejelasan kapan PLBN Skouw dibuka untuk perlintasan resmi orang dan barang.

Baca juga: Kabaintelkam Polri Komjen Paulus Waterpauw Apresiasi Tribun Network Luncurkan Tribun-Papua.com

"Kabarnya 22 Juni akan dibuka kembali, tapi belum ada nota diplomatik untuk pembukaan PLBN Skouw. Begitu pula di pihak Papua Nugini," katanya.

PLBN Skouw dibangun secara besar-besaran di wilayah adat Skouw-Wutung pada era Presiden Joko Widodo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved