Selasa, 2 Juni 2026

Terjebak Video Call Seks, Anggota DPRD Jember Diperas Seorang Wanita

Pelaku memeras korban setelah menjebaknya dengan video call sex atau seks melalui panggilan video. Korban adalah Ahmad Faesol.

Tayang:
Editor: Amirullah
Sriwijaya Post
Ilustrasi video call 

SERAMBINEWS.COM - Kasus jebakan video call sex kembali memakan korban.

Kali ini seorang Seorang Anggota DPRD Jember, Jawa Timur menjadi korban pemerasan oleh seorang wanita yang tidak dikenal.

Pelaku memeras korban setelah menjebaknya dengan video call sex atau seks melalui panggilan video.

Korban adalah Ahmad Faesol.

Dia adalah Anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kasusnya mencuat ke publik setelah adegan panggilan video Ahmad Faesol dengan seorang wanita tersebar luas di media sosial.

Video itu pertama kali diunggah di Facebook oleh akun Cindy Aprilia.

Baca juga: Istri Rekam Hubungan Badan dengan Pria Selingkuhan, Lalu Kirim Video ke Suami Agar Diceraikan

Baca juga: Baru Saja Terpilih, Mengapa Presiden Baru Iran Ebrahim Raisi Dianggap Sebagai Ancaman Bagi Israel?

Video yang berdurasi 28 detik, memperlihatkan seorang wanita setengah telanjang melakukan percakapan video dengan korban, yang saat itu sedang berbaring di kamar tidur.

Ahmad Faesol telah melaporkan kejadian itu ke Ketua DPC PPP Jember, Madini Faruq.

Kepadanya, Ahmad Faesol mengaku menerima dan melakukan panggilan video itu melalui aplikasi video Facebook Messenger.

Dari penjelasan Ahmad Faesol, Madini Faruq memastikan bahwa kadernya di PPP itu menjadi korban pemerasan dan korban tidak mengenal pelaku wanita.

Karena setelah memutus sambungan video tersebut, korban menerima pesan agar ditransfer uang sebesar 2 juta rupiah, agar video itu tidak disebarluaskan.

Baca juga: Sosok Sonny Wanimbo, Ketua DPRD Tolikara yang Dituding Jadi Donatur KKB Papua

“Korban juga merasa kaget dengan perbuatan pelaku, yang tiba-tiba setengah telanjang. Korban akhirnya memutus sambungan panggilan video itu di detik ke 28,” ujar Madini Faruq seperti dikutip dari Kompas.TV, Sabtu (19/6/2021).

Namun korban yang merasa panik akhirnya mentransfer uang sebesar 1 juta rupiah.

Usai ditransfer, pelaku kembali meminta uang melalui pesan yang dikirim ke messenger facebook korban.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved