Internasional
Ketegangan di Pasifik Meningkat, Australia Siap Bersama AS Atau Sendirian Melawan China
Pemerintah Australia telah bersiap untuk melawan hegemoni China di Samudera Pasifik. Hal itu Seiring meningkatnya militer China yang langsug memicu
SERAMBINEWS.COM, CANBERRA - Pemerintah Australia telah bersiap untuk melawan hegemoni China di Samudera Pasifik.
Hal itu Seiring meningkatnya militer China yang langsug memicu kekhawatiran di kawasan Indo-Pasifik.
Sekutu AS itu akan meningkatkan upaya modernisasi militer mereka sendiri.
Tetangga dekat China, khususnya Jepang dan Taiwan, mendapatkan sebagian besar perhatian dalam hal modernisasi militer.
Tetapi Australia, yang tidak memiliki sengketa teritorial dengan Beijing, juga berinvestasi besar-besaran dalam angkatan bersenjatanya sendiri, seperti dilansir Business Insider, Senin (21/6/2021).
Bulan lalu, pemerintah Australia mengumumkan rencana pengeluaran ekonomi yang mencakup pengeluaran pertahanan sekitar 212 miliar dolar AS selama dekade berikutnya.
Baca juga: Korea Selatan Bangun Rudal Baru, Mampu Menyerang China, Rusia, hingga Hantam Korea Utara
Pengeluaran tersebut mencakup memperbarui pangkalan dan memperoleh senjata baru, termasuk rudal jarak jauh
Semuanya dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pencegahan dan tempur Australia yang memungkinkannya untuk terus beroperasi dengan lancar bersama pasukan AS.
Rencana baru terjadi di tengah penurunan tajam dalam hubungan Sino-Australia.
Didorong oleh modernisasi militer China di Laut Cina Selatan dan Australia merupakan tetangga Pasifik.
Ada upaya Beijing untuk mempengaruhi dan memaksa Australia melalui politica l, diplomatik dan tekanan ekonomi.
Pembaruan strategis pertahanan Australia 2020 tidak hanya mencerminkan perubahan itu.
Tetapi juga kecepatan terjadinya, menurut Arthur Sinodinos, Duta Besar Australia untuk AS.
"Segalanya berjalan ke arah yang kami harapkan," katanya.
"Itu terjadi lebih cepat dari yang kami kira," tambahnya/
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-perusak-australia-lepaskan-rudal.jpg)