Breaking News:

Berita Aceh Utara

UNHCR Siapkan Pengacara Untuk Dampingi Proses Hukum Pengungsi Rohingya dan Tiga Nelayan Aceh 

“Kami hari ini datang ke pengadilan untuk mengajukan banding terhadap tiga nelayan Aceh dan berkas putusan,” ujar Heni Naslawati SH.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Kejari Aceh Utara
Terdakwa nelayan Aceh Utara yang menjemput warga Rohingya dengan menggunakan kapal motor di tengah laut. 

 Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

 SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia sudah menyediakan pengacara untuk mendampingi seorang pengungsi Rohingya dan tiga nelayan Aceh dalam upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi (PT) ke Banda Aceh. 

Diberitakan sebelumnya, Majelis Hakim PN Lhoksukon, Aceh Utara pada 14 Juli 2021, menjatuhkan hukuman kepada tiga nelayan Aceh yang menjemput puluhan warga etnis Rohingya di tengah laut pada tahun 2020, dengan hukuman masing-masing lima tahun penjara. 

Karena menurut majelis hakim, tiga nelayan Aceh itu melanggar Pasal 120 ayat (1) Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian Juncto Pasal 55 KUHPidana.

Ketiganya adalah, Faisal Afrizal (43), nelayan asal Desa Matang Bayu Kecamatan Baktiya, Aceh Utara

 Kemudian, Abdul Aziz (31), warga Desa Gampong Aceh, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Terakhir adalah, Afrizal (26), warga Desa Ulee Rubek Barat, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara. 

Baca juga: UNHCR Jumpai Pengungsi di Lapas

Baca juga: Bukan Temui Tiga Nelayan Aceh, Ternyata Ini Tujuan Staf UNHCR Datangi Lapas Kelas IIB Lhoksukon

Baca juga: UNHCR Temui Nelayan Penjemput Rohingya di Lapas

Sedangkan Shahad Deen, pengungsi Rohingya yang sudah tinggal di Medan, Sumatera Utara juga divonis lima tahun penjara dalam kasus itu pada Juni 2021. 

 “Kami hari ini datang ke pengadilan untuk mengajukan banding terhadap tiga nelayan Aceh dan berkas putusan,” ujar Heni Naslawati SH kepada Serambinews.com, Senin (21/6/2021). 

Tapi memang akta permohonan banding sudah disampaikan pengacara Faisal cs, beberapa hari lalu. 

“Sedangkan untuk SD juga akan diajukan akta permohonan bandingnya, rencananya besok,” terang Heni. 

Dirinya nanti akan menyusun memori banding bersama dengan Indra Kusmeran SH, pengacara Faisal cs.

Baca juga: Tiga Nelayan Aceh yang Tolong Rohingya di Tengah Laut Ajukan Banding Usai Divonis 15 Tahun Penjara

Baca juga: Tiga Nelayan Aceh Dipulangkan dari India, Istri Sempat Tak Kenal Suami dan Hampir Salah Peluk

Baca juga: Tiga Nelayan Aceh yang Dipulangkan dari India akan Jalani Pemeriksaan Covid-19 di Jakarta

“Saya sudah komunikasi dengan pengacaranya Faisal cs,” pungkas Heni.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved