Rabu, 6 Mei 2026

Kupi Beungoh

Donor Darah, Cara ASN Pemerintah Aceh Bantu Sesama saat Pandemi Covid-19

Gubernur Aceh Nova Iriansyah menggagas aksi donor darah Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh, baik pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak.

Tayang:
DOK HUMAS PEMERINTAH ACEH
Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Aceh Muhammad Iswanto mengajak seluruh ASN dan masyarakat melakukan donor darah rutin, untuk membantu masyarakat Aceh yang membutuhkan. 

Oleh: Muhammad Iswanto*)

Pandemi Covid-19 yang masih melanda seluruh penjuru negeri telah membawa berbagai perubahan dan berbagai dampak terhadap tatanan kehidupan.

Selain dampak kesehatan dan ekonomi yang begitu ganas mengancam nyawa dan pola kehidupan normal manusia, wabah Virus Corona itu juga berdampak terhadap berbagai sektor lainnya.

Pandemi Covid-19 turut membuat kegiatan donor darah masyarakat menurun drastis, akibat kegiatan pembatasan ataupun karena merasa takut tertular dan lain sebagainya.

Hal tersebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diberitakan media. Tidak terkecuali di Aceh.

Saban hari di media sosial masyarakat ada saja yang membutuhkan darah baik untuk diri sendiri maupun keluarga yang sedang terbaring dipesakitan.

Awal tahun lalu, saat Virus Corona baru-baru merebak di Indonesia, dampaknya begitu sangat terasa.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, Qamaruzzaman Haqni, mengeluhkan stok darah di tempatnya itu nyaris kosong.

Baca juga: Bolehkah Donor Darah Setelah Divaksin Covid-19, Bahkan Pernah Positif Covid-19? Begini Penjelasannya

Kegiatan sosial donor darah tak boleh digelar pada saat itu. Aktivitas masyarakat di tempat publik harus dibatasi dengan ketat.

Sementara rumah sakit di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar sangat membutuhkan supply darah untuk penanganan pasiennya baik yang emergency maupun rutin membutuhkan darah seperti pasien thalasemia.

Syukurnya, masalah yang mengkhawatirkan itu tidak dibiarkan begitu saja. Pemimpin negeri amatlah peka.

Beranjak dari masalah yang begitu kompleks itu, inisiatif dan solusi hadir dari Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Orang nomor satu di provinsi paling ujung barat Indonesia itu melihat ada begitu besar potensi yang dimiliki Pemerintah Aceh untuk menjawab masalah kekurangan stok darah tersebut.

Masalah kemanusiaan yang tak boleh disepelekan dan harus segera ditindak lanjuti.

Awal bulan Mei 2020, Gubernur Nova menggagas aksi donor darah Aparatur Sipil Negara Pemerintah Aceh, baik pegawai negeri sipil maupun tenaga kontrak.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved