Breaking News:

Jurnalisme Warga

Berkunjung ke Pesantren Gontor 8 Aceh

Suasana penuh haru begitu terasa saat lagu di atas dinyanyikan secara serempak dan khidmat. Tanpa terasa, saat mendengar lagu itu, para alumni

Editor: bakri
Berkunjung ke Pesantren Gontor 8 Aceh
IST
DR. MURNI, S.Pd,I., M.Pd., Wakil Ketua IIIĀ  STAI Tgk Chik Pante Kulu Banda Aceh, melaporkan dari Seulimum, Aceh Besar

Himne ‘Oh Pondokku’ merupakan lagu wajib kedua yang dinyanyikan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya di Pesantren Moderen Darul Gontor (PMDG) seluruh Indonesia. “Lagu ini dinyanyikan ketika ada acara di aula pertemuan,” kata Ustaz Roandi Irawan kepada saya dan suami saat mengunjungi PMDG Kampus 8 Aceh pada hari  Jumat, 4 Juni 2021. Beliau adalah staf dan tenaga pengajar di pesantren modern tersebut.

Esok harinya, 5 Juni 2021 sekitar pukul 08.00 WIB, kami berkunjung lagi ke PMDG Kampus 8 Aceh. Dari persimpangan jalan Medan-Banda Aceh saat belok ke kanan kita disambut dengan sebuah pamflet berukuran besar berlatar belakang hijau tua dengan tulisan warna kuning cerah “GONTOR 8”. Di sini juga terdapat sebuah kantin besar bernama “Goten Cafe” dengan berbagai menu makanan dan minuman segar disajikan.

Kemudian, kami meneruskan perjalanan. Di bagian pinggir kiri dan kanan terlihat indahnya pepohonan palem. Saat menoleh ke kanan terdapat 12 buah tempat untuk beristirahat beratapkan warna hijau, “payung” bagi wali santri yang baru tiba. Sedangkan di kirinya tampak hamparan rumput hijau yang membentang luas. Juga ada sebuah kolam air besar di tengah-tengahnya.

Suasana terasa sejuk, segar, damai, dan nyaman mulai terasa saat kami berada di sini. Bagaimana tidak, angin bertiup sepoi-sepoi dari arah bukit dan pegunungan yang terlihat begitu dekat pandangan mata. Ditambah lagi dengan luasnya area pondok pesantren yang beratapkan seng warna biru, sebiru gunung dan langit yang menjulang tinggi di atas awan. Semuanya makin menambah keindahan dan keasrian alam ciptaan Allah Swt. Inilah kampung damai di tengah-tengah kaki Gunung Seulawah Agam, Seulimum, Aceh Besar.

Tiba di depan pintu gerbang kami meminta izin kepada sejumlah santri kelas IV berpakaian Pramuka yang bertugas menjaga pintu gerbang untuk masuk ke pondok. Alangkah sopan santunnya akhlak mereka saat menyapa ramah kepada kami. Setelah mereka melaporkan kepada ustaz pengasuh, kami diizinkan masuk ke dalam pondok. Santri tersebut menunjukkan dengan ibu jarinya ke arah ruang bagi tamu yang terletak di arah barat. Saat kami berjalan menuju ruang terima tamu, kami lihat ada beberapa santri kelas IV jalan membungkuk sambil tangan kanannya diarahkan ke bawah melewati ustaz yang sedang berdiri di depan koperasi. Bahkan ketika kami tiba di depan ruang tamu dan duduk di kursi, beberapa ustaz yang berjalan mengucapkan salam sembari tersenyum dan berjalan sedikit membungkuk badan sambil meletakkan tangan kanan agak ke bawah melewati kami.

Pemandangan seperti ini membuat kami berdecak kagum. Di PMDG Kampus 8 Aceh ini santri diajarkan akhlak mulia dan telah menjadi budaya sehari-hari bagi mereka.

Tepat pukul 15.00 WIB kami bersilaturahmi ke rumah Pimpinan PMDG Kampus 8 Aceh, yaitu Al-Ustaz HM Husni Kamil Djaelani MAg bersama istri beliau. Keduanya sangat memuliakan kedatangan kami sebagai tamu. Saat kami menanyakan profil PMDG Kampus 8 Aceh beliau pun membahas dengan panjang lebar. Dimulai dari sejarah berdirinya Pondok Modern Darul Amien Gontor 10 sekarang menjadi PMDG Kampus 8 Aceh yang berdiri sejak tahun 2005 terletak di kawasan wilayah kaki Gunung Seulawah (Seulawah Agam), tepatnya di Gampong Meunasah Baro, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, pada Km. 47,5. Luasnya tanah mencapai 11,7 hektare (ha) di mana 3 ha di antaranya berasal dari wakaf  H Muhammad Amin Usman (alm).

PMDG Kampus 8 Aceh ini memiliki visi sebagai lembaga pendidikan Islam yang mencetak kader-kader pemimpin umat, menjadi tempat ibadah, dan sumber ilmu pengetahuan agama dan umum dengan tetap berjiwa pesantren.

Adapun misinya: pertama, mempersiapkan generasi unggul dan berkualitas menuju terbentuknya khairu ummah. Kedua, mendidik dan mengembangkan generasi mukmin muslim yang berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikiran bebas, serta berkhidmat kepada masyarakat.

Ketiga, mengajarkan ilmu pengetahuan agama dan umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved