Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026

Berita Lhokseumawe

DKP3 Berharap Budidaya Ikan Kerapu Jadi Unggulan di Lhokseumawe

Data yang dikumpulkan oleh pendamping dari dinas DKP3 hasil produksi budidaya ikan ini mencapai 23 ton per bulan.

Tayang:
Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Taufik Hidayat
Dok DKP3
Pegawai DKP3 Kota Lhokseumawe meninjau keramba budidaya ikan Kerapu di Krueng Cunda, Kota Lhokseumawe, Senin (23/6/2021) 

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe terus meningkatkan pembudidayaan ikan Kerapu.

Hal tersebut karena memiliki daya jual ekonomis dengan pasar yang mendukung, sehingga jenis ikan yang biasa hidup di karang-karang itu masih menjadi unggulan bagi petani di daerah tersebut.

Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Peternakan dan Pertanian (DKP3) Kota Lhokseumawe M Rizal, kepada Serambinews.com, Rabu mengatakan ikan Kerapu ini masih memiliki nilai jual yang stabil.

"Sementara data yang dikumpulkan oleh pendamping dari dinas DKP3 hasil produksi budidaya ikan ini mencapai 23 ton per bulan," kata M Rizal. 

Dikatakannya, ikan berbentuk tubuh pipih dengan rahang atas dan bawah dilengkapi gigi yang lancip itu memiliki prospek pasar yang sangat baik bahkan hingga ke luar daerah Aceh.

"Sebanyak 20 ton ikan Kerapu ini dikirim ke Medan setiap bulannya, dengan harga rata mulai dari Rp 60 ribu sampai Rp 70 ribu per kilogramnya," sebut Rizal.

Baca juga: Lowongan Kerja Indomaret Group Terbaru, Simak Syaratnya

Baca juga: Pusat Minta Aceh Persembahkan Ratoh Duek Pada Peringatan HUT Ke-76 RI

Pada umumnya, sambung Rizal, ikan Kerapu ini dikirim ke Medan dalam keadaan hidup. 

Jika dikirim dengan kondisi ikan mati, maka harga jualnya turun drastis hingga belasan ribu rupiah.

"Saat dikirim, ikan Kerapu ini dibius terlebih dahulu dan dikemas ke dalam wadah tertutup sehingga bila sampai ke lokasi penampung di Medan kondisi ikan masih hidup," sebutnya.

Menurut Rizal, jenis ikan Kerapu dapat berkembang dengan sangat baik di perairan sungai, sehingga ikan jenis ini menjadi komoditas unggulan perikanan di Lhokseumawe.

Baca juga: Legend Sigupai Tour Pancong ke Meulaboh, Minggu Sore Lakoni Pertandingan Dengan Old Star FC

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Aceh Besar Capai 2.841 Orang, Meninggal 141 Orang

"Meskipun terkadang kualitas air di Kota Lhokseumawe kurang baik, pemerintah daerah terus melakukan normalisasi saluran tambak, sehingga produksi ikan Kerapu dapat stabil dan bahkan meningkat," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa jumlah pembudidaya perikanan jenis ikan Kerapu di Kota Lhokseumawe sebanyak 105 Rumah Tangga Produsen (RTP) yang tersebar dibeberapa titik di Krueng Cunda dan Krueng Los Kala.

"Kota Lhokseumawe ini merupakan daerah yang berada di pesisir pantai, sehingga sebagian besar penduduknya berkecimpung di bidang perikanan, baik budidaya maupun tangkap," demikian Mohammad Rizal.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved