Breaking News:

Berita Aceh Timur

Mantan Kombatan Diami KTM & Bercocok Tanam di Lahan HTI, Minta Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak 5 Km

Lahan yang diolah para mantan Tentara Nasional Aceh (TNA) tersebut ditanami berbagai komoditi pertanian dan mulai dipanen.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Saifullah
Serambinews.com
Ketua DPRK Aceh Timur, Tgk Muhammad Daud meninjau jalan menuju Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang rusak parah di kawasan transmigrasi Dusun Sumedang Jaya, Desa Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, Rabu (19/8/2020). 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI – Mantan kombatan GAM dan eks Tapol/Napol mendiami perumahan Kota Terpadu Mandiri (KTM) sudah mulai bercocok tanam komoditi di lahan Hutan Tanaman Industri (HTI).

Lahan yang diolah para mantan Tentara Nasional Aceh (TNA) tersebut ditanami berbagai komoditi pertanian dan mulai dipanen.

Lahan tersebut sebelumnya adalah areal PT Gunung Meudang Raya Utama Timber (GMRUT) yang sudah dicabut hak pengelolaannya oleh Menteri LHK dan Kehutanan pada tahun 2019.

Hanya saja, kondisi jalan yang rusak berat membuat para mantan kombatan tersebut kesulitan memasarkan hasil pertanian mereka.

Syafrizal Komeng, Kepala Dusun Sumedang Jaya yang juga Panglima KPA 05 Idi Rayeuk mengatakan, meski hasil panen cukup melimpah, namun mereka sulit mengeluarkan ke pasar karena jalan rusak berat sekitar 5 kilometer (Km).

"Hanya bisa dilewati sepeda motor. Kalau roda empat tak bisa lewat, karena jalan hancur,” ujar Syarizal Komeng.

Baca juga: Kisah Mantan Kombatan GAM Pereulak, Bebas dari Cilandak Jualan Rujak dan Pulang Setelah 17 Tahun

Baca juga: Hilang Ditangkap TNI 20 Tahun Lalu, Mantan Kombatan GAM Pereulak Ini Muncul dan Kabarkan Ada di Jawa

Baca juga: Mantan Kombatan GAM Ismuhardi, Sudah Setahun Terbaring Akibat Penyakit yang Dideritanya

“Karena itu, kami minta kepada Bupati, Gubernur Aceh, dan Presiden, agar membangun ruas jalan ke KTM ini. Kami tak minta diaspal, tapi hanya pengerasan saja," pinta Komeng.

Selama ini, ujarnya, masyarakat bercocok tanam secara swadaya dan sudah memiliki berbagai hasil panen seperti pinang, sawit, kopi, tanaman muda jagung, cabai, pisang, dan lain-lainnya.

"Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pertanian di sana, setelah program sertifikasi ini, kami harap bantuan bibit tanaman agar bisa dikembangkan oleh masyarakat," harap Komeng.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved