Breaking News:

Berita Aceh Timur

Mantan Kombatan GAM di Aceh Timur Dapat Lahan 2 Hektare

Rencana pembagian tanah itu sedang tahap pengukuran, dimana lahan yang sudah dikelola warga diukur oleh BPN dan dikeluarkan sertifikatnya.

Penulis: Seni Hendri | Editor: Taufik Hidayat
Foto: Syafrizal Komeng
Kepala Dinas Pertanahan MB Bandi Harvirdaus, Kepala Disnakertrans, Zulbahri, dan Kadus Sumedang Jaya, Syafrizal Komeng, saat meninjau kawasan kota terpadu mandiri (KTM) di Seumanah Jaya, Ranto Peureulak, Aceh Timur, beberapa waktu lalu. 

Laporan Seni Hendri | Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Eks Kombatan GAM, yang mendiami perumahan di kota terpadu mandiri (KTM) Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, akan mendapatkan dua hektar tanah.

Tidak hanya Eks Kombatan, sesuai amanah MoU Helsinki, selain eks kombatan yang berhak mendapatkan dua hektar tanah juga tahanan politik (tapol) dan narapidana politik (napol), dan masyarakat terimbas konflik.

Hal itu dikatakan oleh MB Bandi Harvirdaus, Kepala Dinas Pertanahan Aceh Timur, kepada Serambinews.com, Minggu (27/6/2021).

"Tanah yang akan dibagikan (redistribusi tanah) kepada Eks Kombatan, tapol/Napol, dan masyarakat terimbas yang mendiami perumahan KTM yaitu lahan kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI) eks lahan PT Gunung Meudang Raya Utama Timber (GMRUT), yang mana lahan tersebut sudah dicabut hak pengelolaannya dari PT GMRUT tersebut oleh Menteri LHK dan Kehutanan pada tahun 2019, dan kini statusnya menjadi areal Penggunaan lain (APL) yang pengelolaannya dibawah kewenangan Pemda Aceh Timur," ungkap Bandi Harvirdaus.

Karena pengelolaannya menjadi kewenangan Pemda, ungkap Bandi, karena itu Bupati Aceh Timur, akan membagikan lahan eks HTI seluas 7.300 hektar itu, kepada 189 warga yang telah mendiami 189 perumahan di kawasan KTM tersebut.

Hingga saat ini, ungkap Bandi, rencana pembagian tanah itu sedang tahap pengukuran, dimana lahan yang sudah dikelola warga nantinya pemiliknya menunjukkan lahannya, lalu diukur oleh BPN, dan dikeluarkan sertifikatnya.

Baca juga: Mantan Kombatan Diami KTM & Bercocok Tanam di Lahan HTI, Minta Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak 5 Km

Baca juga: Euro 2020 - Berikut Prediksi Skor dan Susunan Pemain Belanda vs Ceko, De Oranje Sangat Kuat

Syafrizal Komeng, Kepala Dusun Sumedang Jaya, yang juga Panglima KPA 05 Idi Rayeuk, mengatakan saat ini 189 perumahan di KTM tersebut, 70 persen dihuni oleh KPA, dan masyarakat duafa.

Selama ini masyarakat yang mendiami perumahan itu sudah bercocok tanam di lahan eks HTI PT GMRUT, dan mengembangkan berbagai komoditi.

Kamis 17 Juni lalu, ungkap Komeng, Dinas Pertanahan, dan BPN, serta Disnakertrans, Aceh Timur, sudah mensurvei kawasan eks HTI yang ditanami masyaratat agar tidak ada tumpang tindih hak milik.

"Setiap orang yang mendiami rumah di KTM dan sudah menjadi warga setempat, akan mendapatkan 2 hektar lahan. Insya Allah dalam waktu tiga bulan ini sudah siap sertifikatnya," ungkap Komeng, seraya menyebutkan, program sertifikasi tanah ini agar warga memiliki hak milik yang sah. 

Baca juga: Ekonomi Gampong Bakongan: Rezim Transnasional Komoditi Sawit dan Reaganomics di Barsela (III)

Baca juga: Alhamdulillah, Kasus Harian Covid-19 di Aceh Mulai Menurun, Sabtu Kemarin Tambah 81 Orang

Hasil Panen Sulit Dikeluarkan

Selama ini warga yang mendiami perumahan KTM sudah menanam berbagai komoditi di lahan eks PT GMRUT, dan sudah memetik hasil.

Tapi, kata, Syafrizal Komeng, hasil panen sulit dikeluarkan karena jalan rusak berat sekitar 5 Km.

"Hanya bisa dilewati sepeda motor. Kalau roda empat tak bisa lewat, karena jalan hancur. Karena itu, kami minta kepada Bupati, Gubernur Aceh, dan Presiden, agar membangun ruas jalan ke KTM ini. Kami tak minta diaspal, tapi hanya pengerasan saja," pinta Komeng.

Selama ini masyarakat bercocok tanam secara swadaya, dan sudah memiliki berbagai hasil panen seperti pinang, sawit, kopi, tanaman muda jagung, cabai, pisang dan lain-lainnya.

"Untuk meningkatkan perekonomian masyarakat berbasis pertanian di sana, setelah program sertifikasi ini, kami harap bantuan bibit tanaman agar bisa dikembangkan oleh masyarakat," harap Komeng.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved