Sabtu, 25 April 2026

Stok Beras Cukup, Telur dan Ayam Melimpah, Stok Pangan Dijamin Aman, Kenapa Masih Ada yang Khawatir?

Detail komoditi bahan pokok tersebut diantaranya seperti beras, gula, tepung terigu, telur, bawang putih, daging ayam, dan juga kedelai.

Kanal YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo telah memutuskan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 mendatang. Hal itu disampaikan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Kamis (1/72021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat resmi menerapkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Darurat pada 3 Juli hingga 20 Juli 2021.

Meskipun ada pembatasan yang ketat, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Oke Nurwan mengatakan, pihaknya telah melakukan pemantauan ketersediaan barang kebutuhan pokok masyarakat.

Ketersediaan barang pokok tersebut dipastikan dalam kondisi aman selama penerapan PPKM Mikro Darurat.

"Pasokan terkait pangan khususnya beberapa komoditi yang utama, aman. Bahkan (ketahanannya) tidak hanya untuk 2 minggu ke depan," kata Oke saat dihubungi Tribun, Kamis (1/7/2021).

Detail komoditi bahan pokok tersebut diantaranya seperti beras, gula, tepung terigu, telur, bawang putih, daging ayam, dan juga kedelai.

Baca juga: Polisi di Malaysia Minta Warga Turunkan Bendera Putih, Anggota Majelis PKR Sebut Ada Ancaman Denda

Baca juga: Irak Dihantam Krisis Politik dan Sosial, Suhu Panas Sampai Protes Meluas Atas Pemadaman Listrik

Baca juga: Iran Batasi Akses Tim IAEA ke Pabrik Nuklir, Dengan Alasan Keamanan, Setelah Serangan Israel

Oke Nurwan menjelaskan lebih detail, untuk stok gula saat ini berada di angka 434,36 ribu ton, minyak goreng 629,68 ribu ton, tepung terigu 491 ribu ton, kedelai 470 ribu ton, bawang putih 163 ribu ton dan beberapa komoditi lainnya juga aman.

Sementara itu untuk beras, stok di Perum Bulog ada di kisaran 1,39 juta ton. Artinya masih dalam kisaran stok aman yaitu 1 juta hingga 1,5 juta ton. Bahkan untuk stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) sebesar 41 ribu ton.

"Beras saja yang di Perum Bulog itu hampir 1,39 juta ton, itu jumlahnya cukup banyak. Untuk pasar Cipinang itu jumlahnya masih 41 ribu ton. Itu data per tanggal 30 Juni," ucap Oke.

"Ketersediaan telur juga sangat banyak. Sama halnya dengan daging ayam," pungkasnya.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi mengumumkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai 3 hingga 20 Juli 2021. Kebijakan tersebut diambil menyusul terjadinya lonjakan kasus Covid-19, yang kasus hariannya kini sudah di atas 20 ribu.

Implementasi PPKM Darurat tersebut dipimpin oleh Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengatakan selama PPKM Darurat apotek serta toko obat dapat tetap buka selama 24 jam.

"Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam," kata Luhut.

Baca juga: Surati Dirut BRI, Gubernur Aceh Minta Perpanjangan Layanan Agen BRILink

Baca juga: Pemkab Bireuen Buka Pendaftaran Seleksi CASN Secara Online, Ini Tahapannya

Baca juga: Anggota Parlemen Israel Asal Badui, Hadapi Tantangan Berat Selamatkan Arab Badui dari Penggusuran

Luhut mengatakan jam operasional supermarket, pasar tradisional, toko kelontong, dan pasar swalayan tetap dapat beroperasi hingga pukul 20.00. "Namun dengan kapasitas pengunjung 50 persen," katanya.

Luhut mengatakan pusat perbelanjaan serta mal selama PPKM Darurat harus tutup. Sementara itu restoran, cafe, tempat makan kaki lima, dan lainnya tidak diperbolehkan makan di tempat alias dine in. Baik itu restoran ataupun tempat makan yang berdiri sendiri maupun yang berada di pusat perbelanjaan.

"Hanya menerima delivery, take away dan tidak menerima makan di tempat atau dine in," katanya

Luhut berharap dengan adanya pembatasan tersebut kasus harian Covid-19 dapat diturunkan menjadi di bawah 10 ribu perhari. Untuk diketahui kasus Covid-19 sekarang ini sudah lebih dari 21 ribu per hari.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved