Kamis, 23 April 2026

Luhut Sudah Siapkan Skenario Terburuk, Kasus Corona Bisa Melonjak hingga 60 Ribu per Hari

Terakhir, Luhut juga menyampaikan agar tidak menganggap pemerintah Indonesia tidak mampu menangani pandemi. Ada langkah-langkah yang disiapkan.

SERAMBINEWS/twitter
Penerapan Sosial Berskala Besar (PSBB) di dalam KRL. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Kasus positif Covid-19 harian di Indonesia terus meningkat. Setiap hari tercipta rekor baru.

Pada Selasa (6/7/2021) kemarin kasus baru bertambah 31.189. Penambahan kasus baru ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Jumlah ini memecahkan rekor sebelumnya pada 5 Juli 2021 sebanyak 29.745 kasus dalam sehari.

Dengan pertambahan kasus kemarin, sudah ada sebanyak 2.345.018 kasus Covid-19 di Indonesia, dengan jumlah kasus aktif sebanyak 324.597 orang.

Sementara, jumlah yang meninggal kemarin bertambah 728 orang, sehingga total sudah sebanyak 61.868 orang tutup usia lantaran Covid-19.

Terus bertambahnya kasus positif harian ini membuat pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah antisipasi selanjutnya.

Baca juga: Heboh Penampakan Awan ‘Aneh’ di Langit Banda Aceh Pada Sore Hari, Begini Penjelasan BMKG

Baca juga: Vaksinasi Massal Arab Saudi Berjalan Lancar, 53 Persen Penduduk Sudah Divaksin Covid-19

Baca juga: Tiga Pegawai Terpilih sebagai Penyuluh Teladan Provinsi Aceh, Ini Nama-namanya

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah telah siap apabila kasus positif Covid-19 menyentuh angka 40 ribu orang per hari.

Menurut Luhut, segala fasilitas pendukung seperti rumah sakit, oksigen, hingga obat-obatan sudah dipersiapkan.

"Angka ini bisa akan terus naik. Sampai hari kemarin 29 ribu, bisa saja bisa sampai 40 ribu atau lebih. Skenario menghadapi itu tadi sudah kita lakukan, baik itu mengenai obat, oksigen, maupun rumah sakit," kata luhut dalam keterangan pers secara virtual, Selasa (6/7).

Luhut mengatakan, pemerintah juga sudah menjalin kerja sama dengan Singapura, China, dan Amerika Serikat untuk menyiapkan langkah antisipasi. "Kalau ada yang bilang perlu bantuan dari luar, kita juga sudah komunikasi dengan Singapura, dengan Tiongkok, dan sumber-sumber lain," tambahnya.

Baca juga: Direktur WFP Puji Arab Saudi, Membantu Warga Paling Rentan Kelaparan di Yaman

Baca juga: Pegawai UPT Asrama Haji Embarkasi Aceh Divaksin Tahap Pertama

Baca juga: Pesawat An-26 Rusia yang Bawa 28 Orang Alami Kecelakaan, Tak Ada Penumpang yang Selamat

Selain itu, pemerintah juga terus memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pemerintah hendak menekan mobilitas masyarakat guna menekan potensi penularan virus corona.

Luhut menyampaikan mobilitas masyarakat perlu dikurangi setidaknya hingga 30 persen untuk menekan penularan. Pemerintah melipatgandakan target untuk melandaikan angka kasus Covid-19.

"Kita berharap kalau bisa minggu ini kita 50 persen, saya kira minggu depan kita akan mulai lihat flattening. Kemudian, kita lihat akan secara perlahan dia mulai menurun," ujarnya.

Terkait isu kelangkaan oksigen yang terjadi di sejumlah rumah sakit selama PPKM Darurat Jawa-Bali, Luhut menegaskan telah mengumpulkan oksigen dari berbagai sumber. Bahkan 100 persen oksigen dari industri akan dialihkan untuk mengatasi hal ini hingga 2 minggu ke depan.

"Tiga hari terakhir kami mobilisasi, ambil dari mana-mana. Ada dari Morowali 21 tank dan kemarin sudah sampai di Jakarta dan hari ini sudah didistribusi, ada di Tanjung Priok sekarang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved