Hari Cokelat Sedunia
Hari Cokelat Sedunia, Amankah Mengonsumsi Cokelat Bagi Penderita Diabetes?
Memperingati hari cokelat sedunia, lantas amankah mengonsumsi cokelat bagi penderita diabetes?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Tembaga untuk metabolisme glukosa dan mengurangi peradanganzat besi untuk mencegah resistensi insulin dan fungsi sel pankreas.
Dan kalium untuk perlindungan terhadap hipertensi.
Ketiga mineral ini memainkan peran penting dalam pengelolaan diabetes dan komplikasi terkait seperti penyakit jantung.
3. Kaya akan polifenol
Seperti disebutkan di atas, kakao dalam cokelat mengandung banyak senyawa polifenol, terutama flavonoid.
Zat ini bertanggung jawab atas kapasitas antioksidan cokelat yang dapat membantu mengurangi kerusakan sel beta dan meningkatkan produksi dan fungsi insulin.
Flavonoid ini juga memiliki efek kardioprotektif terhadap kondisi jantung yang diinduksi glukosa dan membantu meningkatkan kekebalan pada penderita diabetes.
4. Menurunkan kolesterol
Cokelat mengandung lemak sehat (asam lemak tak jenuh tunggal) dan tidak sehat (asam lemak jenuh).
Asam lemak tidak sehat dalam cokelat termasuk asam stearat dan palmitat yang diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol.
Meskipun asam stearat adalah lemak yang tidak sehat, tidak diyakini non-aterogenik, konsumsinya tidak cenderung membentuk plak di arteri.
Untuk menyebutkan, asam stearat menyumbang sepertiga dari kakao.
5. Peradangan yang lebih rendah
Peradangan dianggap sebagai penyebab utama diabetes dan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.
Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa cokelat, terutama cokelat hitam memiliki efek besar pada penanda inflamasi dan dapat menurunkannya secara signifikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-cokelat-hitam.jpg)