Selasa, 14 April 2026

Berita Lhokseumawe

Kapal Bistari 8 Siap Angkut 1.500 Ton Belerang dari Lhokseumawe ke Belawan

Kapal kargo atau kapal barang bernama Bistari 8 kini sedang labuh jangkar di Pelabuhan Khusus Blang Lancang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok Kapal Bistari 8
Kapal Bistari 8 bersandar di Pelabuhan Khusus Blang Lancang, Lhokseumawe untuk mengangkut belerang ke Pelabuhan Belawan. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kapal kargo atau kapal barang bernama Bistari 8 kini sedang labuh jangkar di Pelabuhan Khusus Blang Lancang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Kapal tersebut merapat untuk memuat sulfur atau belerang yang akan diangkut ke Belawan, Sumatera Utara. 

Direktur Utama PT Pandu Buana Nusantara, Tarmizi Yusdja yang juga owner Kapal Bistari dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (8/7/2021), menyebutkan, Aceh membutuhkan kapal cargo untuk mengangkut berbagai komoditas unggulan Aceh seperti kopi, pinang, kakao, dan hasil perkebunan lainnya. 

Selain itu, Aceh juga dibutuhkan untuk mengangkut berbagai kebutuhan tambang dan hasil alam serta lain sebagainya.

“Oleh karena itu, kita siap hadirkan 3 kapal cargo yang siap dibutuhkan kapan saja untuk meningkatkan pertumbuhan Aceh terutama dari sektor maritim,” ujar Tarmizi. 

Menurut Tarmizi, tidak hanya hasil pertanian yang siap diangkut untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara.

Baca juga: Kapal Kargo Asing Selamatkan Empat Nelayan Pangkalan Brandan yang Terombang-ambing 12 Jam di Laut

Baca juga: Penyelam Penjaga Pantai Yunani Sita Kokain Dari Lambung Kapal Kargo Kedelai Asal Brasil

Baca juga: Pemilik Kapal Kargo Evergreen Minta Pemilik Barang Bantu Kerugian Mesir

Tapi juga hasil perkebunan, perikanan, kebutuhan tambang, pupuk maupun kebutuhan bangunan. 

Tiga kapal tersebut masing-masing KM Bistari 8 berbendera Indonesia, KM Layar Anggun berbendera Zanzibar, dan KM Selasi berbendera Mongolia. 

“Ketiganya siap mengangkut baik untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara. Kapal KM Bistari 8 sekarang sedang muat sulfur sebanyak 1.500 ton tujuan Pelabuhan Belawan,” terangnya.     

Tarmizi Yusdja yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh (APMA) mengakui, dalam kondisi wabah Covid-19 seperti sekarang, ekonomi masyarakat juga harus jalan, terutama sektor maritim. 

Hal ini, ulas Tarmizi, untuk menopang pertumbuhan ekonomi Aceh.

“Oleh karena itu, kita hadirkan tiga kapal cargo untuk memperlancar sektor tol laut Aceh,” paparnya. 

Baca juga: Pemerintah Aceh Jelaskan Persoalan Kapal Aceh Hebat Hingga Jalan Multi Years kepada Mahasiswa

Baca juga: Mesir Lepas Kapal Raksasa Penutup Terusan Suez, Setelah Ada Kesepakatan Ganti Rugi

Baca juga: Nova: Saya Difitnah, Gubernur Tinjau Kapal Aceh Hebat di Singkil

“Kita berterima kasih juga kepada Pertamina Trans Kontinental (PTK) atas kerja sama untuk angkut sulfur,” ucap dia.

“Begitu juga kepada tenaga kerja Pusat Bongkar Muat (PBM) yang didominasi oleh putra daerah dan memiliki skill yang cukup,” jelasnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved