Berita Lhokseumawe
Kapal Bistari 8 Siap Angkut 1.500 Ton Belerang dari Lhokseumawe ke Belawan
Kapal kargo atau kapal barang bernama Bistari 8 kini sedang labuh jangkar di Pelabuhan Khusus Blang Lancang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe
SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Kapal kargo atau kapal barang bernama Bistari 8 kini sedang labuh jangkar di Pelabuhan Khusus Blang Lancang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Kapal tersebut merapat untuk memuat sulfur atau belerang yang akan diangkut ke Belawan, Sumatera Utara.
Direktur Utama PT Pandu Buana Nusantara, Tarmizi Yusdja yang juga owner Kapal Bistari dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Kamis (8/7/2021), menyebutkan, Aceh membutuhkan kapal cargo untuk mengangkut berbagai komoditas unggulan Aceh seperti kopi, pinang, kakao, dan hasil perkebunan lainnya.
Selain itu, Aceh juga dibutuhkan untuk mengangkut berbagai kebutuhan tambang dan hasil alam serta lain sebagainya.
“Oleh karena itu, kita siap hadirkan 3 kapal cargo yang siap dibutuhkan kapan saja untuk meningkatkan pertumbuhan Aceh terutama dari sektor maritim,” ujar Tarmizi.
Menurut Tarmizi, tidak hanya hasil pertanian yang siap diangkut untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara.
Baca juga: Kapal Kargo Asing Selamatkan Empat Nelayan Pangkalan Brandan yang Terombang-ambing 12 Jam di Laut
Baca juga: Penyelam Penjaga Pantai Yunani Sita Kokain Dari Lambung Kapal Kargo Kedelai Asal Brasil
Baca juga: Pemilik Kapal Kargo Evergreen Minta Pemilik Barang Bantu Kerugian Mesir
Tapi juga hasil perkebunan, perikanan, kebutuhan tambang, pupuk maupun kebutuhan bangunan.
Tiga kapal tersebut masing-masing KM Bistari 8 berbendera Indonesia, KM Layar Anggun berbendera Zanzibar, dan KM Selasi berbendera Mongolia.
“Ketiganya siap mengangkut baik untuk kebutuhan domestik maupun mancanegara. Kapal KM Bistari 8 sekarang sedang muat sulfur sebanyak 1.500 ton tujuan Pelabuhan Belawan,” terangnya.
Tarmizi Yusdja yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Maritim Aceh (APMA) mengakui, dalam kondisi wabah Covid-19 seperti sekarang, ekonomi masyarakat juga harus jalan, terutama sektor maritim.
Hal ini, ulas Tarmizi, untuk menopang pertumbuhan ekonomi Aceh.
“Oleh karena itu, kita hadirkan tiga kapal cargo untuk memperlancar sektor tol laut Aceh,” paparnya.
Baca juga: Pemerintah Aceh Jelaskan Persoalan Kapal Aceh Hebat Hingga Jalan Multi Years kepada Mahasiswa
Baca juga: Mesir Lepas Kapal Raksasa Penutup Terusan Suez, Setelah Ada Kesepakatan Ganti Rugi
Baca juga: Nova: Saya Difitnah, Gubernur Tinjau Kapal Aceh Hebat di Singkil
“Kita berterima kasih juga kepada Pertamina Trans Kontinental (PTK) atas kerja sama untuk angkut sulfur,” ucap dia.
“Begitu juga kepada tenaga kerja Pusat Bongkar Muat (PBM) yang didominasi oleh putra daerah dan memiliki skill yang cukup,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kapal-bistari-8-0807.jpg)