Atasi Banjir
Dinas PUPR Bersihkan Penyumbatan Parit Kota Atasi Banjir Genangan
Jalaluddin mengatakan pembersihan parit tertutup dan terbuka dari tumpukan sampah yang hanyut akibat dibawa air hujan ke dalam parit tertutup dan terb
Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Herianto I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas PUPR Kota Banda Aceh bersama dinas teknis lainnya sejak minggu lalu sampai minggu ini, terus melakukan pembongkaran parit tertutup dan terbuka, yang tersumbat sampah.
Sampah yang berada di dalam parit, diangkut ke luar, supaya pada saat hujan turun tidak terjadi banjir genangan pada ruas jalan perkotaan dan perkampungan kawasan padat penduduk.
“Kegiatan pembongkaran dan pembersihan parit tertutup dan terbuka, di kawasan jalan protokol dan lokasi penduduk padat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir genangan di pusat kota dan jalan protokol," kata Kepala Dinas PUPR Kota Banda Aceh Jalaluddin ST, MT kepada Serambinews.com, Jumat (16/7) di Banda Aceh.
Jalaluddin mengatakan pembersihan parit tertutup dan terbuka dari tumpukan sampah yang hanyut akibat dibawa air hujan ke dalam parit tertutup dan terbuka, adalah untuk mencegah terjadinya banjir genangan pada saat terjadi hujan deras, dalam waktu yang sedikit panjang.
• Wabup Ungkap Penyebab Banjir di Aceh Besar, Ekses Parit Rendah & Pembangunan tak Mengacu Tata Ruang
Sejak Jumat (9/7) pekan lalu sampai Kamis (15/7) kemarin, Kota Banda Aceh terus diguyur hujan dengan waktu yang lama dan volume curah hujan yang tinggi.
Akibat dari hujan deras itu, disejumlah lokasi terjadi banjir genangan air hujan.
Banjir genangan air hujan itu terjadi, kata Jalaluddin, disebabkan parit yang berada di lokasi banjir, tersumbat oleh sampah rumah tangga dan dagangan, yang dibawa air hujan minggu pertama.
Makanya Dinas PUPR Kota Banda Aceh, membongkar parit tertutup yang diduga tersumbat sampah, diangkut sampahnya ke luar parit dan paritnya dikeruk, untuk mengeluarkan sampah dan tumpukan/sedimentasi tanah yang ada dalam parit yang tertutup maupun terbuka.
• Dampak Banjir di Aceh Besar, 265 Jiwa Mengungsi, Waled Husaini Rela Basah-basahan Salurkan Bantuan
Misalnya pada jalan T Nyak Arief Darussalam, Kopelma Darussalam, UIN Darussalam, parit tertutup dan terbukanya dibersihkan, karena banyak tumpukan sampah, membuat air hujan tidak mengalir lancar, pada saat hujan turun.
Selanjutnya di Simpang Gano, dibongkar parit tertutupnya, untuk menyusuri lubang parit yang tersumbat dengan sampah.
Di jalan Sri Safiatuddin , jalan Ulee Kareng, Simpang Empat Lamlagang, jalan Seulawah, dan beberapa sungai kecil yang banyak tanaman enceng gondok, depan Sekolah Fatih Putri Rukoh, harus dibersihkan untuk kelancaran pembuangan air hujan ke muara sungai di laut.
Menurut Kadis PUPR Kota Banda Aceh, Jalaluddin penyumbatan parit pembungan air hujan dengan sampah plastik rumah tangga, botol bekas minuman, kemasan makanan, dan sampah pedagang kaki lima, disebabkan pedagang kaki lima dan masyarakat tidak disiplin membuang sampah plastik rumah tangganya, pada tempat sampah yang sudah disediakan.
Masyarakat secara individu dan kelompok, kata Jalaluddin, juga berkewajiban membersihkan parit yang ada tumpukan sampah di lingkungannya, dengan cara bergotong royong, satu kali dalam satu minggu.
Pemko Banda Aceh, kata Jalaluddin, memang punya Dinas Kebersihan, tapi tugas Dinas Kebersihan itu, cukup banyak, selain mengangkut sampah yang berada di lokasi yang sudah ditunjuk, dan mengutip sampah rumah tangga di perkampungan, angkut sampah di pinggir jalan protokol, dengan mobil sampah dan mengangkutnya ke TPA Blang Bintang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/parit-7998.jpg)