Breaking News:

Salam

Jangan Pikirin WNA Mudik

WARGA Negara Asing (WNA) yang selama ini bertugas pada berbagai bidang di Indonesia memutuskan kembali ke negaranya seiring dengan terus melonjaknya

Editor: bakri
Sumber: KOMPAS.COM/Ist
20 TKA asal Cina tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu (3/7/2021) malam. 

WARGA Negara Asing (WNA) yang selama ini bertugas pada berbagai bidang di Indonesia memutuskan kembali ke negaranya seiring dengan terus melonjaknya kasus positif Covid-19 di Tanah Air. Lalu sejumlah negara juga sudah melarang keras warga negaranya memasuki wilayah Indonesia.

Berdasarkan update data yang dilansir Worldometer, 14 Juli 2021 pukul 14.26 GMT, tambahan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia menempati urutan teratas dengan 40.427 orang, disusul Inggris sebanyak 34.323 kasus, India 30,827 orang, Rusia 25.140 kasus, dan Amerika Serikat 20.416 orang. Sedangkan kasus kematian harian Covid-19 Indonesia pada Rabu (14/7/2021), bertambah 891 orang. Kemudian, disusul Brasil pada urutan kedua dengan penambahan 765 jiwa, Rusia 710 orang, India 546 orang, dan Kolumbia sebanyak 509 jiwa.

WNA yang meninggalkan Indonesia antara lain warga Taiwan, Jepang, dan Arab Saudi. Menurut laporan, dua hari lalu, satu pesawat charter dari perusahaan swasta Jepang sudah dikirim untuk mengevakuasi warga Jepang yang selama ini bertugas di Indonesia. Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga sudah membawa pulang warganya yang terinfeksi Covid-19 dari Indonesia. Di antara WNA yang dijemput pulang itu, termasuk mereka yang terinfeksi virus Corona. Menurut pusat layanan respons Covid-19 ITCC, pada 6-12 Juli 2021, sebanyak 72 warga Taiwan di Indonesia dipastikan terinfeksi virus tersebut.

Dari jumlah itu, 10 orang sudah sembuh dan empat lainnya meninggal dunia. Jika ditambah dengan kasus kematian sebelumnya, total warga Taiwan yang meninggal di Indonesia akibat Covid-19 sebanyak delapan orang. Sekretaris Kabinet Jepang, Katsunobu, dalam laporan Fuji News Network juga mengumumkan sebanyak 14 warga Jepang meninggal dunia di Indonesia akibat wabah Covid-19.

Kedutaan Besar Jepang untuk Republik Indonesia mengatakan bahwa sembilan ekspatriat berusia 30 hingga 40-an tahun meninggal pada periode 26 Juni hingga 12 Juli setelah dinyatakan positif tertular Covid-19. Kalau mau jujur, sebetulnya bukan hanya WNA yang meninggalkan Indonesia dalam siatuasi seperti ini. Warga negara Indonesia yang berduit, diam-diam juga banyak yang sudah meninggalkan Indonesia.

Apalagi mereka yang punya rumah di luar negeri. Jadi, kita sebetulnya tak perlu sedih jika para WNA itu berinisiatif meninggalkan negeri kita yang memang sedang aman dari serangan Covid-19. Dan, kita juga sangat sependapat dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) yang mengatakan, apapun keputusan pemerintah Jepang merupakan bagian dari upaya perlindungan bagi warga negaranya.

“Indonesia juga pernah melakukan hal yang sama di awal pandemi Covid-19 merebak. Pada Februari 2020 lalu, Indonesia juga menjemput WNI dari zona merah di Kota Wuhan, Cina. Tak berapa lama, Indonesia juga menjemput crew kapal pesiar Diamond Princess di wilayah Yokohama, Jepang,” kata Kemenlu RI melalui Juru Bicara (Jubir) Teuku Faizasyah. Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo, juga berpendapat hampir sama. Ia menilai, keputusan warna negara asing yang bekerja di Indonesia untuk pulang ke negaranya, merupakan hal biasa dan hak negara mereka dalam melindungi warganya.

"Saya kira hal biasa saja, tidak perlu ditanggapi dengan suatu hal berlebihan. Kita pun, jika suatu negara mengalami suatu hal bencana, apapun bentuknya, pasti nomor satu memberikan perlindungan kepada WNI di luar negeri," kata Rahmad.

Hal terpenting yang saat ini perlu dilakukan semua pihak adalah mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah, dan disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tidak perlu pikirin warga negara asing atau negara lain, yang penting kita satu padu, kerja sama. Karena dunia juga tahu, ini bencana dunia dan Indonesia mengalami ujian yang berat dalam penanganan Covid-19.

"Kita harus fokus kepada diri sendiri, bangsa sendiri. Sekarang dibutuhkan kesadaran kolektif semua pihak, yakinlah kalau bersama menjalankan protokol kesehatan, kita bisa keluar dari krisis kesehatan ini," pungkas Rahmad.Satu lagi, jangan lupa dan jangan ragu-ragu datang ke lokasi vaksinasi agar negara kita cepat bebas dari viris Corona seperti beberapa negara lain yang kini sudah hidup normal. Insya Allah.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved