Internasional
Jurnalis Belanda Tewas Ditembak, Jadi Saksi Kunci Kasus Raja Obat Bius
Jurnalis Belanda Peter R. de Vries, yang terluka parah setelah ditembak di siang bolong di Amsterdam pekan lalu, meninggal di rumah sakit, Kamis
Sedangkan Delano G., dari Rotterdam, diyakini telah menarik pelatuknya.
De Vries sering muncul sebagai komentator atau juru bicara keluarga korban kejahatan, terutama dalam apa yang disebut kasus dingin.
Baru-baru ini dia bertindak sebagai penasihat dan orang kepercayaan Nabil B.
Saksi kunci negara dalam kasus Ridouan Taghi, yang digambarkan sebagai penjahat paling dicari di negara itu.
Kelompok kejahatan terorganisir Taghi telah digambarkan sebagai mesin pembunuh yang diminyaki dengan baik oleh jaksa.
De Vries mengatakan dalam sebuah tweet pada 2019, menurut informasi polisi dia ada dalam daftar sasaran Taghi.
“Kami tidak yakin, tetapi kami cukup yakin bahwa serangan itu berkaitan dengan pekerjaan yang telah dilakukan De Vries untuk saksi kunci dalam kasus mafia besar,” kata Thomas Bruning, kepada AFP.
Baca juga: Jurnalis Wanita The New York Times Menolak Bungkam, Walau Jadi Target Penculikan Agen Iran
Dia merupakan Sekretaris Jenderal Perhimpunan Jurnalis Belanda,
Pengamanan di sekitar kasus ini sangat ketat karena pada 2019, pengacara Nabil B. Derk Wiersum ditembak mati di jalan di luar rumahnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/jurnalis-belanda-peter-r-de-vries.jpg)