Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Jurnalis Belanda Tewas Ditembak, Jadi Saksi Kunci Kasus Raja Obat Bius

Jurnalis Belanda Peter R. de Vries, yang terluka parah setelah ditembak di siang bolong di Amsterdam pekan lalu, meninggal di rumah sakit, Kamis

Editor: M Nur Pakar
AP
Jurnalis Belanda Peter R. de Vries yang tewas ditembak kelompok raja obat bius. 

SERAMBINEWS.COM, DEN HAAG - Jurnalis Belanda Peter R. de Vries, yang terluka parah setelah ditembak di siang bolong di Amsterdam pekan lalu, meninggal di rumah sakit, Kamis (15/7/2021).

Seorang reporter dan komentator investigasi terkemuka, De Vries (64) ditembak lima kali.

Ketika dia keluar dari sebuah studio televisi di dekat pusat ibukota Belanda sembilan hari yang lalu.

Dia dilarikan ke rumah sakit di mana dia telah berjuang untuk hidupnya sejak itu.

“Peter berjuang sampai akhir, tetapi dia telah kalah dalam pertempuran itu,” kata keluarganya dalam sebuah pernyataan kepada penyiar komersial RTL.

"Dia dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya ketika dia meninggal," tambah mereka.

Dikatakan, pengaturan pemakaman belum dibuat.

Baca juga: Polisi Hong Kong Tangkap Mantan Jurnalis Senior Apple Daily di Bandara, Ini Tuduhannya

De Vries, yang pertama kali mendapatkan ketenaran karena laporan orang dalam tentang penculikan jutawan Freddy Heineken pada 1983

Baru-baru ini, dia terlibat langsung di pengadilan.

Melawan salah satu raja obat bius yang paling dicari di negara itu.

Serangan terhadap De Vries memicu kecaman luas, dengan pejabat tinggi Eropa Charles Michel menyebutnya sebagai serangan terhadap nilai-nilai universal.

Dua tersangka ditangkap tak lama setelah penembakan dan muncul sebentar di pengadilan pada Jumat (9/7/2021) lalu.

Kedua pria tersebut, yang diidentifikasi oleh media Belanda sebagai warga negara Polandia Kamil E (35) dan Delano G (210 akan tetap ditahan selama dua minggu lagi, kata Pengadilan Distrik Amsterdam.

Baca juga: Jaksa AS Dakwa Empat Warga Iran, Rencanakan Penculikan Jurnalis Wanita The New York Times

Polisi menangkap kedua tersangka di sebuah mobil di dekat Den Haag tak lama setelah penembakan itu.

Laporan media Belanda mengatakan Kamil E., seorang warga Polandia yang tinggal di kota kecil Maurik, Belanda tengah, diduga mengemudikan mobil.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved