Breaking News:

Narkoba

Pemberantasan Narkoba Diusul Masuk Kurikulum Sekolah di Aceh

Ia menambahkan, kenyataan selama ini, Indonesia menjadi pasar narkoba nomor satu di Asia Tenggara memang bikin tercengang.

Penulis: Fikar W Eda | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Ketua TP TIM Jakarta, Surya Darma mengusulkan agar upaya pemberantasan narkoba dimasukkan dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal. 

Laporan Fikar W Eda I Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pengurus Pusat Taman Iskandar Muda (PPTIM) menyelenggarakan Workshop secara daring, Minggu (18/7/2021) dengan tema “Menguak Narkoba Selamatkan Negeri Syariah dan Bangsa.”

Ketua Umum PP TIM Surya Darma dalam kesempatan itu mengusulkan agar upaya pemberantasan narkoba dimasukkan dalam kurikulum sekolah sebagai muatan lokal.

"Ada contoh daerah yang sudah berhasil melaksanakan pemberantasan Narkoba dengan baik, yaitu Gampong Jangka di Peusangan, Bireuen dan Gerakan pemuda Gampong Blang Poroh Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, yang bisa menjadi role model untuk Aceh karena digerakkan langsung oleh masyarakat paling bawah. Belajar dari model ini, PPTIM sangat berharap ke depan, Gubernur bersama jajarannya SKPA dan Forkopimda, dapat memasukkan pola penanganan pemberantasan narkoba ini dalam kurikulum resmi pendidikan sebagai muatan lokal yang khas Aceh tingkat sekolah dasar dan menengah. Kalau kita lihat Bali saja bisa melakukannya, konon lagi Aceh sebagai daerah dengan otonomi khusus," ujar Surya Darma.

"Mudah-mudahan hal ini akan membantu perubahan akhlak dan karakter kearah yang lebih baik dan islami," sambung Surya Darma.

Ia menambahkan, kenyataan selama ini, Indonesia menjadi pasar narkoba nomor satu di Asia Tenggara memang bikin tercengang.

Aceh Lampu Merah Narkoba, Dulu Lumbung Ganja, Sekarang Tambah Sabu-sabu

Indonesia ternyata juga merupakan rumah dari beberapa kebun ganja terbesar. Benar-benar luar biasa. Hal inilah yang dibahas dalam Workshop dengan tema: “Menguak Narkoba, Selamatkan Negeri Syariah dan Bangsa”.

Sengaja tema ini dipilih untuk bisa menjawab bagaimana perkembangan narkoba di Indonesia dan khususnya di Aceh, terkait pengaruhnya, bagaimana pengalaman penanganannya, apa yang harus dilakukan untuk menyelamatkan masa depan generasi yang akan datang baik di Aceh maupun Indonesia.

Narasumber workshop meliputi Ketua TP PKK Aceh Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, MT., Kepala BNN, Komjen Pol. Petrus Reinhard Golose, motivator ESQ yang selalu jika diundang orang Aceh akan semangat untuk hadir yaitu Dr. Ary Ginanjar Agustian, Komjen Pol. Anang Iskandar, Kepala BNN 20012-2015 dan Ahli Terapi Korban Narkoba, dr. Aisah Dahlan CHt.

Selanjutnya ada tokoh nasional Hanifah Husen, pengusaha dan aktivis gender perempuan, Koordinator Presidium Nasional Forhati, anggota DPR RI M. Nasir Djamil, Illiza Sa'duddin Djamal, M Husni, Rafli Kande. Nara sumber lain Deputi Pemberantasan BNN RI Irjen Pol. Drs. Arman Depari, Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Drs. Heru Pranoto, MSi.

Dukung Pemberantasan Narkoba, Pemerintah Aceh Hibahkan Tanah dan Bangunan untuk BNNP

Sementara itu yang juga terlibat menjaga dan mendorong ketahanan masyarakat adalah Kepala FBN Aceh Ir. T. Marzuki dan beberapa testimoni dari para pecandu yang sudah recovery.

Workshop dipandu oleh moderator Dr. Umaimah Wahid, (Pakar Komunikasi UBL) dan Ir. Syarifah Nuly Nazlia (CSO, fungsionaris dari PPTIM) dan host Syahrul Arifin, dan Zubaidah Azwan, SE., MM.(*)

Baca juga: Aceh Lampu Merah Narkoba, Dulu Lumbung Ganja, Sekarang Tambah Sabu-sabu

Baca juga: Mendagri: Daerah Segera Salurkan Jaring Pengaman Sosial dan Stimulan Ekonomi

Baca juga: Dua Mantan Ketua AJI Lhokseumawe Isi Pemateri Penguatan Kapasitas Jurnalis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved