Senin, 4 Mei 2026

Inggris Minta China Hentikan Serangan Terhadap Jaringan Komputer Internasional

Awal tahun ini, peretas yang disponsori negara China diduga memperoleh akses ke jaringan komputer di seluruh dunia.

Tayang:
Editor: Zaenal
AFP/NOELCELIS
SEORANG pria melihat teleponnya saat berada di luar kantor pusat lokal Microsoft di Beijing, Selasa (20/7/2021), sehari setelah AS menuduh Beijing melakukan serangan dunia maya terhadap Microsoft dan mendakwa empat warga negara China atas peretasan "berbahaya" pada bulan Maret. 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Pemerintah Inggris pada Senin (19/7/2021), menuding pemerintah China berada di belakang serentetan serangan siber terhadap jaringan komputer internasional.

Inggris mendesak Beijing untuk mengentikan tindakan tersebut, jika tidak maka akan dapat dimintai pertanggungjawaban oleh masyarakat internasional.

Awal tahun ini, peretas yang disponsori negara China diduga memperoleh akses ke jaringan komputer di seluruh dunia dengan menggunakan server Microsoft Exchange.

Tindakan ini mempengaruhi kegiatan 30.000 organisasi di Amerika Serikat, dengan lebih banyak lagi yang terpengaruh di seluruh dunia.

“Serangan siber di Microsoft Exchange Server oleh kelompok-kelompok yang didukung negara China adalah pola perilaku yang sembrono,” kata Menteri Luar Negeri Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintah China harus mengakhiri sabotase dunia maya yang sistematis ini. Jika tidak mereka dapat dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Inggris juga menyebut Kementerian Keamanan Negara China berada di balik aktivitas yang oleh pakar keamanan siber dikenal sebagai 'APT40' dan 'APT31'.

“Bukti yang tersebar luas dan kredibel menunjukkan bahwa aktivitas siber berkelanjutan dan tidak bertanggung jawab yang berasal dari China terus berlanjut," bunyi sebuah pernyataan terpisah dari Kementerian Luar Negeri.

Serangan siber memungkinkan spionase skala besar, yang mencakup perolehan informasi pribadi dan sangat rahasia serta kekayaan intelektual.

Baca juga: Arab Saudi Hadapi Ancaman Berat Serangan Siber, 93 Persen Organisasi Diserang Hacker

Baca juga: FBI Peringatkan, Ancaman Keamanan Siber Terus Meningkat di Seluruh Dunia

Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), bagaimanapun, dengan cepat menghadapi serangan itu dan Microsoft merilis pernyataan pada bulan Maret yang meyakinkan pengguna bahwa 92% pelanggan telah dapat "menambal terhadap kerentanan."

London telah meminta Beijing untuk menegaskan kembali komitmennya yang dibuat ke Inggris pada tahun 2015 sebagai bagian dari perjanjian G20 untuk tidak melakukan atau mendukung pencurian kekayaan intelektual atau rahasia dagang yang dimungkinkan oleh dunia maya.

“Serangan terhadap server Microsoft Exchange adalah contoh serius lain dari tindakan jahat oleh aktor yang didukung negara China di dunia maya.

Perilaku semacam ini benar-benar tidak dapat diterima, dan bersama mitra kami, kami tidak akan ragu untuk menyebutnya ketika kami melihatnya,” kata Direktur Operasi NCSC Paul Chichester.

"Sangat penting bahwa semua organisasi terus segera menerapkan pembaruan keamanan dan melaporkan setiap dugaan kompromi ke NCSC melalui situs web kami."

NATO juga mengutuk dugaan kegiatan siber China "yang dirancang untuk mengacaukan dan membahayakan keamanan Euro-Atlantik dan mengganggu kehidupan sehari-hari warga kita."

Baca juga: Perusahaan Kereta Api Bantah Mendapat Serangan Siber, Seusai Laporan Kantor Berita Lokal

Baca juga: Pemerintah Aceh dan Badan Siber Teken Kerja Sama, Terkait Sertifikat dan Tanda Tangan Elektronik

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved